oleh

Ratusan Masyarakat Goro, Lanjutkan Bangunan Masjid Al-Muttaqien Jatibaru Siak

-Siak-1.337 views

SIAK, (Publiknews.com) – Lebih dari empat ratus orang masyarakat dusun Jatimulya, kampung Jatibaru, kecamatan Bungaraya, kabupaten Siak, Riau melakukan gotong royong melanjutkan pembangunan Masjid Al-Muttaqien pada Minggu, (16/12/2018). Masjid yang direncakan tiga lantai itu, kini sudah memasuki tahap pengecoran lantai terakhir.

Dengan menggunakan sedikitnya sekitar sepuluh alat pengaduk semen (molen), masyarakat saling bergantian mengoperasikannya. Selain itu, ada juga yang bertugas mengantarkan adukan semen dengan menggunakan gerobak sorong atau angkong mendorongnya ke lantai atas secara estapet.

Walau dengan menggunakan alat manual, Masjid yang menelan biaya miliaran rupiah itu kini hampir selesai. Tampak dari jauh, masyarakat bekerja sesuai keahlian masing-masing. Ada yang bagian ngaduk semen, ada yang memasukkan kerikil dan pasir ke dalam adukan, dan ada yang bagian mlaster.

Baca Juga :  Hakim PN Siak Vonis PT DSI Denda Rp 6 Miliar, Koperasi Sengkemang Kecewa

Kegitan yang hampir jarang dijumpai saat ini, namun di kampung tersebut masih tetap berjalan dengan baik. Sebab, sistem gotong royong seiring perkembangan zaman, hampir susah dijumpai di Indonesia terutama di perkotaan.

“Kalau di kampung, gotong royong masih terus kita galakkan, apalagi untuk bangun tempat ibadah seperti ini. Masyarakat masih peduli dengan sistem gotong royong disegala kegiatan. Tapi, kalau diperkotaan mungkin susah kita jumpai,” terang H M Winto kepada Publiknews.com di lokasi.

Meski dengan alat seadanya, pekerjaan itu tampak ringan bila dikerjakan dengan sistem gotong royong. Sehingga, pekerjaan yang berat tidak terasa.

Baca Juga :  Bobol Sekolah, Oknum ASN Dibekuk Polsek Koto Gasib

“Sesuatu pekerjaan yang berat akan terasa ringan jika dikerjakan secara gotong royong, apalagi pekerjaan pembangunan Masjid seperti ini,” lanjutnya.

M Winto juga menjelaskan, bahwa dana yang digunakan itu berasal dari infak masyarakat dari dalam maupun luar daerah.

“Kalau masalah anggaran pembangunan ini kita dapatkan dari sodakoh Jariah atau infak. Ada yang berbentuk barang dan ada juga berbentuk uang. Itupun tidak dari masyarakat di desa ini saja, akan tetapi banyak juga dari masyarakat luar Bungaraya juga ada,” paparnya.

Lebih jauh Winto menjelaskan, pekerja yang ikut gotong royong itu bukan masyarakat tempatan saja. Akan tetapi, melibatkan walimurid yang anaknya sekolah di Ponpes Al-Muttaqien.


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu
Baca Juga :  Ternyata, Taman Sigaran Jiwa Sudah Terkenal Hingga ke Negara Jiran Malaysia



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar