oleh

RSUD Arifin Achmad Gratiskan Biaya bagi Masyarakat yang Terpapar Dampak Kabut Asap

PEKANBARU, – (Publiknews.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau, memberikan pelayanan gratis bagi pasien yang terkena dampak kabut asap.

Baca Juga :  Kawal Pemilu, KPU Riau Siap Bersinergi dengan Mappilu PWI

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur RSUD Arifin Achmad, Nuzelly Husnedi, Rabu (18/9). Ia menjelaskan, bagi masyarakat Riau khususnya yang berdomisili di Kota Pekanbaru, jika merasa sakit atau sesak nafas karena paparan asap, bisa datang langsung ke RSUD Arifin Ahmad dan akan diberikan pelayanan secara gratis.

“Masyarakat yang sesak datang langsung ke rumah sakit, bisa melalui jalur pendaftaran atau jalur UGD. Nantikan diberikan penanganan secara gratis,” ujarnya.

Nuzelly menambahkan, apapun keluhan yang dirasakan masyarakat asalkan dampak dari kabut asap akan diberikan pengobatan secara gratis.

“Apapun penyakitnya, asalkan karena asap itu gratis sampai pengobatannya. Umumnya orang yang datang sesak nafas diberikan pelayanan sesak nafas, dan langsung pulang. Jarang yang dirawat dan dikasih obat lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Iuran BPJS Kesehatan Naik, Dirut BPJS: Beli Rokok Bisa, Menyisihkan Rp5 Ribu Sehari Kok Susah

Selanjutnya, jika masyarakat yang datang karena dampak kabut asap namun ditemukan penyakit lainnya akan tetap dilayani oleh rumah sakit, namun harus mengurus prosedur sesuai layanan yang ada.

“Awalnya berobat karena asap tapi rupanya gejala penyakit lain, tetap kami layani namun urusan surat menyuratnya belakangan,” kata Direktur RSUD ini.

Untuk pengunjung RSUD, Nuzelly menyebutkan tidak ada kenaikan pengunjung yang signifikan setiap harinya. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh banyaknya rumah singgah yang dibangun oleh pihak-pihak tertentu, baik swasta maupun pemerintah.

Baca Juga :  MUI Pastikan, Kehidupan Umat Beragama Kondusif dan Penuh Toleransi di Siak

“Sejak dibukanya layanan gratis bagi masyarakat yang terpapar kabut asap, tidak ada kenaikan pengunjung yang terlalu membludak, sama saja seperti biasanya. Mungkin karena banyak posko penanganan yang lain juga,” tutupnya.(rls)

Editor: Ge. Setiawan


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar