Kapolres Siak Tetap Bersikukuh, Kapal yang Karam di Perairan Teluk Mesjid Membawa Sembako

Siak3,424 views

SIAK, (Publiknews.com) – Adanya perbedaan terkait informasi tentang barang bawaan KM Asean Jaya-7 yang karam di peraiaran Teluk Mesjid, kabupaten Siak, Riau beberapa hari lalu, Kapolres Siak AKBP Dody Ferdinan tetap bersikukuh, bahwa kapal tersebut membawa sembako.

Hal itu disampaikannya, saat dikonfirmasi Publiknews.com melalui saluran telefon pada Kamis, (17/10/2019) malam. Ia menegaskan tak ada yang harus diklarifikasi terkait kebenaran informasi tentang kapal yang karam tersebut.

“Klarifikasi gimana, kan kalian yang nulis berita, kok saya yang klarifikasi,” kata Kapolres.

Ia juga menegaskan, bahwa yang dibawa kapal Asean Jaya-7 itu memang sembako. Ia juga menjelaskan, informasi itu berdasarkan keterangan yang diperolehnya.

“Ya memang sembako itu mas, itu kan berdasarkan keterangan dari orangnya. Kalau yang dilakukan anggota saya di lapangan atau Polair itu, lebih mengutamakan keselamatan korbannya, bukan barang-barang sembako, ya udah itu aja ya, udah hampir jam sebelas,” jelasnya singkat dan langsung mengakhiri pembicaraan saat itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa KM Asean Jaya-7 yang tenggelam di perairan Teluk Mesjid Siak, Riau beberapa hari lalu itu bukan pembawa sembako, akan tetapi kapal tersebut  membawa pakaian bekas. Informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar, barang bawaan kapal itu berupa pakaian bekas dalam bentuk bal. Selain pakaian, ditemukan juga tas bekas berbagai merk di kapal tersebut.

“Ini bawaan dari kapal yang tenggelam kemarin bang. Selain pakaian bekas, ada juga tas berbagai jenis dengan merk berbeda,” ungkap MR seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada Publiknews.com Rabu, (16/10/2019) siang di kampung Teluk Mesjid, kecamatan Sungai Apit.

Sebelumnya, sesuai dengan rilis yang diberikan pihak Polres Siak, kapal yang tenggelam itu membawa sembako, dan sudah dimuat sejumlah media massa.

Namun fakta di lapangan, masyarakat mendapati pakaian bekas dari kapal tersebut, dan sempat dijualbelikan dengan harga murah. Sehingga masyarakat berebut untuk mendapatkannya.

“Murah-murah bang, mulai harga seribu sampai dua puluh ribu rupiah,” lanjutnya.

Terkait pakaian bekas itu, upaya konfirmasi dilakukan kepada Kapolsek Sungai Apit, Iptu Yudha Efiar, namun Kapolsek enggan memberikan keterangan terkait kapal karam itu.

“Silakan konfirmasi ke Polsek Sabak Auh, karena menurut anggota saya, itu wilayah Polsek Sabak Auh dan di sana sudah ditangani Polair,” ungkapnya singkat.

Humas Polres Siak, Dedek Prayoga saat dimintai tanggapannya menyebutkan, bahwa rilis yang disebarkannya bersumber dari Polair Siak. Dan Ia justru meminta kiriman foto dokumen yang menunjukkan pakaian bekas tersebut.

“Terkait keterangan yang kami rilis itu, sumbernya dari Polair, kalau ada fotonya kirimlah,” sebutnya singkat.

Di lain pihak, Kasat Polair Polres Siak AKP Afril ketika dikonfirmasi terkait kebenaran berita itu, belum memberikan jawaban.

Laporan : Koko

[ays_poll id=1]

Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500

Komentar