oleh

Gerah Melihat Kondisi Jalan Rusak, Warga Buantan Besar Tanam Pohon Pisang

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Kekesalan warga Kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau tak dapat dibendung lagi melihat kondisi jalan rusak yang dibiarkan hampir setahun.

Sebagai bentuk protes, warga menanam pohon pisang di jalan lintas Siak-Bungaraya
pada Senin (01/11/2021) sore. Sekitar Lima titik pohon pisang yang ditanam warga.

Jalan itu merupakan akses vital. Selain penghubung antar kecamatan, jalan itu merupakan lintas Siak-Bengkalis. Memang, saat ini jalan itu kondisinya sangat memprihatikan. Selain berdebu saat kering, kondisi jalan itu keriting dan berlubang. Tentunya, pengendara yang melintasi jalan itu terasa tidak nyaman.

Baca Juga :  Sadis! Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas Mengenaskan dengan Kepala Tertimbun Tanah di Perawang

Hal itu disampaikan Arman (30) warga Kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak. Dikatakannya, aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Pemkab Siak.

“Aksi yang kami lakukan ini sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Kabupaten Siak. Sebab kondisi jalan ini sudah parah. Selain debu jalan ini keriting dan berlubang,” kata Arman kepada Publiknews.com melalui telepon genggamnya.

Senada juga disampaikan Alek (26), menurutnya, masyarakat sangat terganggu dengan kondisi jalan saat ini.

“Kalau musim panas debunya tak tahan, apalagi bercampur pasir, kan bahaya bagi kesehatan. Selain itu lubangnya sudah mulai dalam, apalagi yang berada di dekat perbatasan Jembatan Buantan Besar-Jayapura, sampai sekitar tiga meter lubangnya,” kata Alek.

Baca Juga :  Pengesahan APBD-P Siak 2019, Paripurna Molor 2 Jam

Warga lain juga mengatakan, saat melintas di jalan itu kendaraan yang dikendarainya serasa digoncang.

“Hajab betul kalau sudah lewat di jalan ini, kendaraan saya serasa mau rontok dibuatnya,” lontar Sahid (34) warga yang melintas dari Sabak Auh menuju ke Siak.

Dilain pihak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tataruang dan Pemukiman (PU Tarukim) Kabupaten Siak Irving Kahar Arifin, melalui Kabid Bina Marga Ari Nofizal mengatakan, saat ini anggarannya sudah tidak ada lagi. Hal itu disebabkan adanya refocusing. Sehingga, untuk perawatan diusulkan tahun depan.

Baca Juga :  Viral! Video Polisi Buru Mahasiswa Sampai Masuk ke Masjid

“Gimana lagi lah, anggarannya tuh tak cukup. Sudah habis akibat kena refocusing. Tahun depan diusulkan kembali,” kata Ari singkat.

 

Laporan: Koko



Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500

Komentar