oleh

Pernah Mengeksekusi Para Musisi Korea Utara, ini Sederet Kekejaman Kim Jong-Un

INTERNASIONAL, (Publiknews.com) – Kekejaman Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-Un, sudah menjadi buah bibir di seluruh dunia.

Baru-baru ini saja ia kembali menasbihkan julukannya sebagai salah seorang pemimpin negara terkejam pada era ini.

Baca Juga :  Ganasnya Virus Corona, Dokter di China Meninggal Usai Rawat Pasien

Yaitu dengan mengeksekusi seorang jenderal lewat cara melemparnya ke tangki berisi ratusan piranha

Dilansir dariĀ publiknews dari suryaĀ dari berbagai sumber, berikut daftar kekejaman Kim Jong-Un:

1. Eksekusi Musisi Korut

photostudio 1570295990569 - Publiknews

Dilansir dariĀ IntisariĀ dalam artikel ‘Kesaksian Pembelot Korea Utara Ini Menyingkap Kekejaman Di Balik Wajah Ceria Kim Jong-Un’, salah satu kekejaman Kim Jong-Un sempat terungkap melalui keterangan para pembelot.

Salah seorang dari pembelot tersebut adalah Hee Yeon Lim (26), putri tentara berpangkat kolonel, Wui Yeon Lim (51), yang pernah masuk dalam lingkaran dalam Korea Utara.

Pada tahun 2015, ketika Lim Senior meninggal dunia, Hee dan keluarganya memutuskan untuk melarikan diri dari negara tersebut.

Dia telah mempertaruhkan semuanya untuk mengungkapkan seperti apa hidup yang sebenarnya yang dijalani oleh orang-orang Korea Utara di bawah rezim Diktator Kim Jong-Un.

Hee menyela saat Jong-Un sedang berdebat dengan Donald Trump ketika mereka membicarakan pengujian rudal berhulu ledak nuklir.

Dilansir dariĀ Mirror, Hee bercerita bagaimana dia dipaksa untuk menonton sebelas musisi yang dieksekusi di sebuah stadion sepak bola setelah mereka dituduh membuat film panas.

ā€œPara musisi digelandang ke stadion, diikat, dikerudungi kepalanya, dan sepertinya disumpal mulut mereka sehingga tidak dapat bersuara, tidak dapat memohon belas kasihan, maupun menjerit,ā€ katanya.

ā€œHidup mereka berakhir dan tubuh mereka hancur setelah terkena tembakan senjata yang seharusnya digunakan sebagai anti-pesawat,”

“Sangat mengerikan dan aku tidak nafsu makan selama tiga hari karena perutku mual. Apa yang aku lihat hari itu membuatku sakit perut. Terlepas dari hak istimewa kami, sebenarnya kami takut. Aku telah melihat hal-hal mengerikan di Pyongyang.ā€




Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 ā€“ 600 kata dan dikirim ke: [email protected] atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar