Rakernas JKPI VIII dengan Prokes Ketat, Dari Siak Merajut Pusaka Indonesia dan Menyapa Dunia

Siak, Sosial Budaya1,874 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Masyarakat Siak patut berbangga, sebab acara bertaraf nasional dan menjangkau dunia digelar di Kota Siak yang memiliki banyak pusaka dan budaya yang luar biasa.

Wajah Bupati Siak Drs H Alfedri MSi semringah, ketika tiba di pelataran Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim, Tanjung Agung Kecamatan Mempura, disudut Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang memukau, bersama rombongan delegasi yang terdiri dari para Bupati dan Wali Kota anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Tidak hanya disambut barisan para penari yang jelita, tapi juga kompang dan permainan silat yang luar biasa, di atas karpet merah yang terlihat mewah.

Meski menghadapi para pejabat, namun panitia acara tetap memeriksa suhu tubuh para delegasi dan tamu yang hadir.

Panggung yang luas dengan penataan yang artistik dan sorotan lampu yang megah, membuat semua yang hadir terkagum-kagum.

Bahkan salah seorang delegasi, Kabag Umum Kota Karangasem, Suartini mengatakan, acara benar-banar tertata dengan dengan baik.

“Saya yakin Pemkab Siak telah mempersiapkan acara ini dengan sangat maksimal. Semua berjalan begitu natural. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Siak, sudah terbiasa mengadakan iven berskala besar, baik nasional maupun internasional,” pujinya.

Diawali dengan tari persembahan dan Mars JKPI, serta pembacaan ayat suci Alquran, secara resmi Rakernas JKPI VIII dibuka oleh Bupati Siak Alfedri.

Bupati Siak Alfedri selaku Presedium Rakernas JKPI VIII mengucapkan selamat datang kepada para delegasi peserta Rakernas, serta utusan penampil dalam Festival Kota Pusaka Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat datang para delegasi dari 16 kabupaten kota.
Selamat menikmati suasana Kota Siak Sri Indrapura. Semoga suasana Kota Pusaka berjuluk Negeri Istana ini, dapat memberikan kesan tersendiri bagi hadirin dan jemputan sekalian,” ujar Bupati Alfedri.

Dikatakan Alfedri, secara khusus momentum penting Rakernas JKPI VIII ini juga memberi arti tersendiri bagi Kabupaten Siak sebagai tuan rumah.

Rakernas ini, sebagai salah satu pijakan langkah dan pemantapan spirit dalam mengusung Kota Pusaka Siak Sri Indrapura.

“Kami patut bersyukur, hari ini kami ditunjuk sebagai tuan rumah. Momentum ini akan sulit terulang lagi karena ada 70 anggota JKPI se-Indonesia yang secara bergiliran ingin menjadi tuan rumah,” ungkap Bupati Alfedri.

Selain itu kata dia, sebagai saksi bisu kegemilangan sejarah Kesultanan Siak di masa lalu, menjadi salah satu Kota Warisan Budaya Dunia. Hal tersebut penting, guna mengukuhkan berbagai pennggalan sejarah Kota Pusaka Siak Sri Indrapura.
Baik sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat, maupun untuk keperluan edukasi bagi generasi berikutnya.

“Pada rapat kerja nasional (Rakernas) JKPI VIII ini, kami tetap menyampaikan usulan agar Kota Siak ditetapkan sebagai World Haritage atau situs warisan dunia,” harapnya.

Hadir pada acara itu, Wali Kota Surakarta Tuan F X Hadi Rudyatmo, dan Bupati Karangasem Puan I Gusti Ayu Mas Sumatri selaku Dewan Presidium JKPI, Direktur Eksekutif JKPI Tuan Asfarinal, para Bupati dan Wali Kota baik sebagai pengurus maupun anggota JKPI, beserta seluruh delegasi peserta Festival Kota Pusaka Indonesia 2020 yang datang dari berbagai kabupaten dan kota, dan turut meramaikan helat kegiatan ini.

Selain kepala daerah dewan presidium, kegiatan ini turut dihadiri sejumlah kepala daerah Bupati dan Wali Kota pengurus dan anggota JKPI, diantaranya tuan dan puan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Wali Kota Bogor, Wali Kota Ternate, Wakil Wali Kota Palembang, Wali Kota Sawalunto, Wali Kota Blitar, Bupati Belitung Timur, Bupati Jepara, Wakil Bupati Sambas, dan Wakil Wali Kota Baubau. Selain itu juga hadir Sekretaris Daerah Kota Ambon, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kota Pekalongan, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton Selatan, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Langsa, dan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton.

“Kami berharap segera menyusul Kota Sawahlunto sebagai World Haritage. Mengingat saat ini kami sedang berjuang menuju ke sana dan berada di tahap Kota Warisan Indonesia,” sebut Alfedri.

Dia juga mengucapkan tahniah kepada Kota Ambon yang diterpakan sebagai Kota Musik Dunia.

“Kami berharap Rakernas ini, menjadi angin segar untuk seluruh anggotanya. Dan masing-masing akan mendapatkan empat di hati seluruh masyarakat yang ikut membantu dan menjaga seluruh warisan yang dimiliki,” sebut Bupati Alfedri.

Sementara Direktur Eksekutif JKPI Asfarinal mengatakan kegiatan yang ditaja saat ini, benar-banar dilaksanakan dengan prokes ketat.

Banyak hal yang menjadi penyebab penundaan Rakernas yang dijadwalkan April lalu, karena Covid-19, terpaksa diundur hingga hari ini, Ahad-Senin (20-21/12). Mulai dari anggaran yang dipangkas karena pandemi, beberapa anggota yang kena musibah dan masuk dalam pantauan.

“Semoga kita semua diberi kesehatan seperti sediakala,” sebutnya.

JKPI sudah satu dekade, badan yang konsisten dan fokus pada melestarikan budaya.

Kami patut berbangga karena salah satu anggota JKPI, Kota Sawahlunto sebagai Word Haritage dan Ambon Kota Musik Dunia. Selamat juga karena silat dan pantun sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO.

laporan: Koko



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500