Dari kanit Buser Hingga Jadi Kapolsek Koto Gasib, Berikut Perjalanan Ipda Suryawan

Siak3,446 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Ipda Suryawan yang sudah menjabat selama 2,5 tahun sebagai Kapolsek Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau. Tentunya, untuk mendapatkan posisi itu bukanlah hal yang mudah. Banyak liku-liku yang ia jalani sebelum menduduki jabatan yang menurutnya di luar dugaan. Ipda Suryawan menceritakan, sebelum ia bertugas di Siak ia bertugas di Kabupaten Tembilahan menjadi ajudan Kapolres.

Bukan waktu yang singkat dirinya mengabdi di sana. Ipda Suryawan manjadi anggota Polisi Resor Tembilahan selama 14 tahun lamanya. Dari 14 tahun itu, setelah menjadi ajudan Kapolres ia menduduki jabatan Kanit Buser, jabatan terakhir di sana sebagai BhabinKamtibmas.

“Saya tugas di Tembilahan kurang lebih 14 tahun, pertama saya menjabat sebagai ajudan Kapolres, kemudian sebagai Kanit Buser, dan jabatan terakhir di sana sebagai BhabinKamtibmas,” kata Ipda Suryawan kepada Publiknews.com, Kamis (03/12/2020) siang di ruang kerjanya.

Saat sekolah Ipda Suryawan mengambil jurusan perawat. Tentu tidak sejalan dengan karirnya saat ini. ia juga tidak menduga akan tertarik di kepolisian. Setelah lulus ia masuk kepolisian dan menjadi pelatih polisi, sebelum menjadi Buser dan Bhabin di Kabupaten Tembilahan.

Saat menjadi Buser di tembilahan banyak prestasi yang ia dapatkan seperti menyelesaikan banyak kasus-kasus dan penangkapan, namun karna itu memang sudah menjadi tugasnya tidak mendapatkan apresiasi atau penghargaan, kemudian tahun 2015 ia menjadi Babinkamtipmas. Dengan posisi itu, ia mendapatkan penghargaan sebagai Bhabinkamtibmas terbaik se Provinsi Riau dan mendapatkan kesempatan melanjutkan sekolah Perwira di Sukabumi, Jawa Barat.

Penghargaan tersebut ia dapatkan karena telah membuat banyak kegiatan sosial yang ia lakukan saat menjadi Bhabin di Tembilahan. Ia mengajarkan kepada masyarakat menggunakan komputer, dari menginstal hingga memperbaiki komputer dan membuka sekolah PAUD.

“Kita ajarkan masyarakat dari mulai membuka komputer, membongkar sampai menginstalnya, kita juga membuka PAUD, dan semua serba gratis tidak ada bayaran,” kata Suryawan

Kegiatan itu ia lakukan, supaya masayarakat atau anak muda yang baru tamat sekolah bisa membuka lapangan pekerjaan di desanya dengan keahlian yang mereka dapatkan. Selain itu dapat membantu anak-anak sudah tamat sekolah SMA mereka bisa membuka lapangan kerja sendiri tidak bergantung kepada orang lain, dengan keahlian yang di dapatkan, seperti mengedit foto untuk undangan, video pernikahan dan lain-lain.

Suryawan juga menceritakan bagaimana perjalanan hidupnya selama di Tembilahan saat ditugaskan di daerah yang cukup jauh dari perkotaan. Untuk berangkat bekerja ia harus menunggu speedboat pukul 06.00 pagi karena speedboat hanya berangkat 1 kali.

Waktu itu disana listrik hanya ada saat malam hari saja, menjelang pagi listrik sudah dipadamkan. Bukan hanya listrik, air bersih untuk mandi pun sulit. Dengan kesulitan itu, memaksa dirinya mandi di sungai yang masih rawan binatang buas. Bukan itu saja, ketika sungai tersebut surut airnyapun berlumpur.

“Untuk mandi, saya harus ke sungai yang jika surut airnya berlumpur, dan kadang saat sedang mandi ada Buaya yang lewat, karena sungai tersebut masih rawan Buaya,” tukasnya.

Laporan: Sary
Editor: Koko Haryadi



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500