Kisah Pemuda Milenial Kreatif dari Sungai Apit Ditengah Pandemi

Ekonomi, Siak3,172 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Pandemi Covid-19 yang berdampak pada sendi perekomian masyarakat tidak membuat Bambang Bonari (35), pemuda di Kampung Parit I/II Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau berputus asa dan menyerah pada keadaan. Pemuda yang kesehariannya menjalankan usaha kedai kopi, dimasa pandemi tentunya berimbas pada menurunnya omset penjualan. Untuk mengatasi masalah tersebut, ia berinisiatif membuat kerajinan dari kayu atau papan bekas yang ada di sekitar rumahnya.

“Sejak Ramadhan 2019 lalu, saya sudah menjalankan usaha ini,” kata Bambang kepada Publiknews.com, Rabu (18/11/2020) sore.

Selain Owner Ethnic Coffee, Bambang juga berprofesi sebagai guru honorer di SMAN 1 Pusako. Ia juga menceritakan, usaha itu diawalinya sejak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Siak pada bulan Maret 2019.

Dampak penerapan PSBB ini, juga berimbas kepada usaha kedai kopi yang selama ini dijalaninya pada malam hari. Namun, dengan keadaan itu tidak membuatnya mengeluh, ia berpikir keras agar keluar dari kesulitan ekonomi yang juga dirasakan hampir semua masyarakat di tanah air pada waktu itu.

“Kan kasihan pemerintah yang sudah terbebani pandemi Covid-19 saat ini, bukan hanya negara kita saja bahkan negara-negara di seluruh Dunia. Daripada memberatkan pemerintah dengan mengharapkan bantuan-bantuan yang juga perlu waktu dalam penyalurannya, saya berniat ingin berdikari dan berharap bisa menularkan usaha saya kepada masyarakat agar sama-sama bisa keluar dari masalah ini,” urainya.

Karena saat itu, lanjut Bambang, pemerintah mengeluarkan imbauan agar mengurangi aktifitas dan pengumpulan masa, iapun belajar secara otodidak tentang kerajinan kayu melalui youtube. Berbekal pengetahuan itu, Ia lalu mencoba mengolah papan bekas sisa bangunan (papan cor) karena untuk membeli bahan dasar kayu yang masih baru tentunya butuh modal besar.

Instingnya muncul, karena waktu itu bertepatan dengan bulan suci Ramadahan menjelang Idul Fitri. Saat itulah, Bambang mencurahkan karyanya dengan produk ukiran kaligrafi dan hiasan lampu tidur berlafadz Allah dan Nabi Muhammad SAW.

Hasil karyanya sempat diposting di facebook sebagian dipajang di depan kedai kopinya. Ternyata, hasil karyanya itu banyak diminati masyarakat untuk diperjual-belikan.

“Alhamdulillah Allah Maha Besar, ternyata ada hikmah bagi saya dibalik musibah pandemi ini, yang pada waktu itu juga tepat pada bulan Ramadhan yang penuh berkah saya memiliki pengetahuan dan keterampilan baru yang menjadi sumber rezeki untuk keluarga saya,” terang Bambang penuh haru.

Bambang hingga kini masih konsisten dengan usahanya tersebut. Ia menjalankan usahanya itu dengan memanfaatkan waktu libur sekolah yang panjang. Karena masih menerapkan pembelajaran daring (dalam jaringan) atau online dari rumah.

Dan tidak hanya membuat hiasan kaligrafi dari kayu, ia kini juga mengembangkan usahanya dengan menerima jasa pembuatan alat-alat rumah tangga berbahan kayu seperti rak bunga, lemari, meja dan lain-lain. Ia juga membuka usaha jasa penyewaan papan bunga untuk ucapan selamat pernikahan, wisuda dan lain-lain dari bahan kayu.

Laporan: Koko



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500