Konkoorcab PKC PMII Riau Ricuh, Dua Kubu Saling Klaim Kemenangan

Berita, Pekanbaru25 views

PEKANBARU, PUBLIKNEWS.COM- Pelaksanaan Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau 2025 berubah panas. Alih-alih melahirkan pemimpin baru, forum tersebut justru memunculkan saling klaim kemenangan dan potensi dualisme kepemimpinan.

Kericuhan ini bermula saat jalannya forum dinilai tidak kondusif. Sejumlah peserta menuding panitia pelaksana tidak netral dalam memimpin sidang, hingga akhirnya sebagian kader membuka forum tandingan dan menetapkan hasil berbeda.

Salah satu kandidat Ketua PKC PMII Riau, Edy Kurniawan Novanri, menyebut bahwa ketidaknetralan panitia menjadi pemicu utama kisruh yang terjadi.

“Saling klaim ini muncul karena panitia tidak netral. Jalannya konkoorcab jadi tidak kondusif dan akhirnya muncul forum tandingan,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).

Edy menyarankan agar konflik tidak terus melebar dan mencoreng nama baik organisasi. Ia mengusulkan dilakukannya pemilihan ulang dengan panitia baru yang benar-benar independen.

“Agar situasi tidak makin keruh, sebaiknya pemilihan ulang dilakukan dengan panitia baru yang netral,” tambahnya.

Lebih jauh, Edy juga mengingatkan peran para alumni PMII agar tidak terlibat langsung dalam dinamika internal kader.

“Untuk alumni, cukup berikan dukungan moral dan materil saja. Biarkan kader-kader PKC dan cabang berproses sendiri. Jangan ikut campur karena justru memperkeruh suasana,” pesannya.

Menurutnya, intervensi panitia maupun alumni hanya akan memperparah situasi dan berpotensi melahirkan dualisme kepemimpinan yang merugikan PMII secara kelembagaan.

“Panitia yang tidak netral dan intervensi alumni telah menyebabkan lahirnya dua kubu kepemimpinan. Ini harus jadi pelajaran bersama. Konkoorcab seharusnya melahirkan leader, bukan cheerleaders,” pungkasnya tegas.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak panitia pelaksana maupun pengurus PB PMII terkait polemik hasil Konkoorcab PKC PMII Riau 2025 ini.

 

Laporan : Sary 

Editor : Koko Haryadi 



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500