Bupati Afni Tegaskan Komitmen Atasi Kekeringan Irigasi Bungaraya

Berita, Siak36 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM — Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, memastikan Pemerintah Kabupaten Siak tetap mengambil peran dalam membantu petani di Kecamatan Bungaraya yang tengah menghadapi persoalan kekurangan air, meski sistem irigasi di wilayah tersebut bukan merupakan kewenangan pemerintah kabupaten.

Sebagaimana diketahui, saluran irigasi Bungaraya terbagi atas kewenangan Pemerintah Provinsi Riau (Paket A) dan Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III (Paket B, C, dan D). Namun demikian, Bupati Afni menegaskan bahwa keberpihakan kepada petani tetap harus dilakukan.

“Walaupun bukan kewenangan kami, petani adalah warga Kabupaten Siak. Maka, Pemkab tetap berkewajiban hadir membantu,” ujar Afni, Senin malam (1/12/2025).

Pemkab Siak saat ini terus menjalin koordinasi dengan BWS Sumatera III guna mencari solusi yang cepat dan tepat. Dalam pertemuan terbaru dengan Kepala BWS, disepakati dua langkah besar: bantuan sumur artesis sebagai solusi jangka pendek dan rencana pembangunan long storage sebagai upaya jangka panjang.

Afni juga mengungkapkan bahwa tahun ini Kabupaten Siak menerima bantuan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) terbanyak, yakni 23 titik yang tersebar di Sabak Auh, Pusako, dan Sungai Apit. Program ini mulai dibangun pada Oktober dan kini masih berjalan.

Untuk mengantisipasi kekurangan air di saluran tersier, Bupati Afni menyampaikan bahwa tahun 2026 Pemkab Siak mendapatkan kesempatan mengusulkan sebanyak mungkin pembangunan sumur artesis bagi wilayah Bungaraya.

Terkait penggunaan alat berat, Afni menegaskan bahwa inisiatif tersebut berasal dari warga. Pemkab tidak bisa mengoperasikan alat berat di wilayah yang bukan kewenangannya karena berpotensi menyalahi regulasi.

Meski demikian, alat berat Pemkab sebenarnya selalu siaga dan beberapa kali diturunkan, namun sempat ditolak warga karena ukurannya dinilai terlalu besar dan dikhawatirkan merusak lahan sawah.

Bupati Afni menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi persoalan air yang dikeluhkan petani.

Kolaborasi dengan BWS Sumatera III akan terus ditingkatkan untuk menghadirkan solusi baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk skema pembagian air dari sumber Tasik Hitam.

“Kami tidak akan membiarkan petani menghadapi kesulitan sendiri. Semua upaya terus diupayakan agar kebutuhan air dapat terpenuhi,” tegas Afni.

 

Laporan : Sary 

Editor : Koko Haryadi 



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500