oleh

Syukuran TORA Kampung Koto Ringin, Warga Ngaku Sertifikatnya Belum Dibagikan

-Siak-1.213 views

SIAK,(publiknews.com) – Pemerintah Kampung Koto Ringin Kecamatan Mempura Kabupaten Siak, Riau menggelar syukuran atas pembagian sertifikat lahan program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dari Presiden RI Joko Widodo pada 2018 lalu. Bersama sejumlah pejabat di Siak, pemerintah kampung memotong seekor sapi dan 200 kilogram ayam.

“Kita potong sapi satu ekor swadaya masyarakat dari hasil uang TORA,” Kata Penghulu Kampung Koto Ringin, Harun Z SE usai acara syukuran di halaman Kantor Desa, Senin (20/01/2020).

Salah seorang warga yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa sampai saat ini mereka belum menerima kembali sertifikat yang dibagikan itu. Bahkan dirinya juga mengaku hingga saat ini belum mengetahui di mana letak persis lokasi tanah yang ia terima itu.

“Waktu itu sertifikatnya sudah dibagikan di Pekanbaru, di jalan pulang dikutip lagi sama orang desa dan sampai sekarang enggak tahu kami letak sertifikat itu di mana, bahkan lokasi tanah kami pun tidak tahu tu di mana,” Ucap salah seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya kepada publiknews.com di lokasi acara.

Baca Juga :  Agrowisata Sigaran Jiwa, Hadirkan Nuansa Baru di Bungaraya Siak

Kemarin, lanjutnya, tegakan kayu akasia itu kita kelola masing-masing tentu hasil penjualan kayu tersebut dapat diterimanya dengan jumlah yang besar.

“Kami dapat totalnya Rp 2.300.000 dengan dua tahap, pada 2019 kami dapat Rp 1 juta dan barusan kemarin akhir 2019 dapat lagi Rp 1.300.000, tapi tidak semua dapat segitu, ada yang Rp 800.000 ribu bahkan ada yang dapat Rp 500.000,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakannya, jika dikelola sendiri kayu akasia yang ada di atas lahan sesuai sertifikat, minimal dirinya mendapat Rp 30 juta. Baginya jumlah itu, bisa menambah menyelesaikan rumahnya yang masih terbengkalai.

“Pokoknya dapat besar hasil yang diperoleh warga jika per 0,8 hektar tu dikelola dengan baik, dan bisa buat menyelesaikan buat rumah yang terbengkalai itu,”katanya dengan senyum.

Baca Juga :  Giliran Turyono dan Sumiyanti Kembalikan Berkas Pendaftaran ke Golkar Siak

Dilain hal, Bupati Siak, Drs H Alfedri yang turut hadir dalam acara syukuran program TORA tersebut mengatakan kegiatan syukuran ini sesuai dengan niatan masyarakat sebelum tanah ini dibagikan ke warga.

“Ini sesuai dengan azam mereka (masyarakat) sejak awal, jika dapat lahan ini menjadi hak masyarakat mereka berniat untuk membuat syukuran. Semoga dengan nazar tersebut  masyarakat Koto Ringin dicurahkan segala kebaikan,” Sebut Bupati Siak.

Ia juga menjelaskan, Pemda akan memfasilitasi masyarakat supaya ada bapak angkat atau calon investor untuk mengeola lahan tersebut agar bermanfaat oleh warga dengan pola yang disepakati masyarakat serta apa yang ditanam.

“Yang penting sesuai dengan kajian yang sudah dilakukan oleh BRG diawal tahun 2019. Karna hal ini program, kita tak mau tanah tersebut dijual lagi oleh masyarakat,” Tutupnya.

Baca Juga :  PWI Siak Gelar Rapat Persiapan Hari Pers Nasional

Dari data yang berhasil dihimpun, acara tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 50 juta dengan rincian, membeli satu ekor sapi Rp 10.000.000, membeli daging sapi sapi 50Kg dengan harga Rp 130.000/Kg, ayam potong 200Kg dengan harga Rp 25.000/Kg, Beras 200Kg, Bumbu Rp 1.500.000, serta dana lainnya Rp1.500.000.

Laporan : Koko


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar