BEM UHTP Sikapi Kuliah Umum Kapolda Riau: Dukung Green Policing, Siap Jadi Mitra Kritis

PEKANBARU, PUBLIKNEWS.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait Kuliah Umum Mahasiswa Baru yang menghadirkan Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., http://M.Hum., pada Senin (14/9/2026) di Kampus UHTP.

Dalam rilis yang dikeluarkan Selasa (15/9), BEM UHTP menegaskan bahwa kehadiran institusi kepolisian di ruang akademik harus berada dalam kerangka dialektika yang sehat. Mahasiswa ditempatkan sebagai mitra strategis sekaligus kontrol sosial yang kritis.

Presiden Mahasiswa BEM UHTP, Syahradi Ramatul, menyambut baik pemaparan Kapolda Riau mengenai konsep “Green Policing” dan peluncuran “Dashboard Green Policing Presisi” berbasis data satelit.

“Ini langkah maju dalam penegakan hukum lingkungan. Tetapi adopsi teknologi ini tidak boleh sekadar jadi pajangan inovasi,” tegas Syahradi.

BEM UHTP menekankan, keberhasilan konsep tersebut harus diukur dari dampak nyata: zero-case kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta perusak ekosistem.

“Kami menerima gagasan ‘Green Policing’ bukan sebagai doktrin, melainkan sebagai tantangan akademis dan sosial. Mahasiswa UHTP siap berkolaborasi dalam riset dan pengabdian masyarakat. Namun di saat yang sama, kami akan jadi pihak pertama yang mengkritik jika implementasi di lapangan tidak sejalan dengan narasi yang disampaikan,” ujar Syahradi.

BEM UHTP juga menyoroti tema besar kuliah umum tentang integrasi data kesehatan dan hukum digital. Menurut BEM, akses data publik terkait kualitas udara dan dampak ekologis harus dibuka secara transparan kepada masyarakat dan akademisi.

Penyerahan simbolis 5 bibit pohon oleh Kapolda Riau kepada perwakilan mahasiswa juga ditanggapi BEM sebagai simbol pertanggungjawaban ekologis.

“Simbol itu harus ditagih pembuktiannya di masa depan. Kami tidak ingin kuliah umum ini hanya jadi seremonial tahunan untuk menyambut maba,” lanjut Syahradi.

Di akhir pernyataan, BEM UHTP berkomitmen mengawal efektivitas “Dashboard Green Policing” yang melibatkan sinergi penegak hukum, pakar IT Jerman, dan Kemenkes RI.

“Sinergi yang dihadirkan kemarin harus melahirkan cetak biru nyata yang berdampak pada kesehatan masyarakat Riau. BEM UHTP siap mengawal dari lini terdepan,” tutup Syahradi.

Dengan sikap ini, BEM UHTP menegaskan posisi kampus sebagai ruang intelektual yang tidak hanya menerima kebijakan, tetapi juga menguji dan mengawalnya demi kepentingan publik.

 

 

Laporan: Koko

 

 



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500