oleh

Penista Agama di Kandis Siak, Dituntut 3,5 Tahun Penjara

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Masih ingat kasus penistaan agama yang terjadi di Libo Jaya, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau dengan tersangka Richard Sinaga (27). Jaksa Penuntut Umum Kejari Siak Rian D menuntutnya 3,5 tahun penjara.

Sidang pembacaan tuntutan dibacakan Rian D dalam sidang yang berlangsung secara virtual dengan hakim Acep Sopian Sauri SH MH pada Selasa (15/9/2020) petang.

Dalam tuntutan yang dibacakan Rian D yang juga Kasi Pidana Umum Kejari Siak, pada Kamis (7/5/2020) sekitar pukul 10.25 WIB, saat berada di ram jual beli sawit memosting anjing mengenakan serban dan menuliskan Allah di Facebook dengan nama RicatSinaga menggunakan ponsel merek Oppo seri A55. Dugaan ujaran kebencian itu membuat resah warga. Sehingga mengantarkan pihak Polsek Kandis melakukan pencarian terhadapnya.

Baca Juga :  Dugaan Langgar Aturan Rekrut Tenaga Kerja oleh PT Truba, Ketua PK-KNPI Tualang: Minta Pihak Terkait Lakukan Penelusuran

Bersama beberapa orang warga, personel Polsek Kandis menemui terdakwa dan menanyakan tentang postingan itu. Terdakwa mengakuinya. Selanjutnya terdakwa digelandang ke Polsek Kandis untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Terdakwa dijerat dengan pasal 45 A ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ditanya tentang tuntutan itu kepada Kepala Kejaksaan Negeri Siak Aliansyah SH MH, melalui Kasi Pidum Rian D mengatakan, tuntutan 3,5 tahun denda Rp800 juta subsider 2 bulan kurungan agar dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, sehingga tidak bermain-main dengan masalah yang sensitif.

Baca Juga :  Diduga Hilang Kendali, Mobil Box Pembawa Mie Instant di Siak Tabrak Tiang Listrik Hingga Patah

“Masalah penistaan agama adalah masalah yang sensitif bagi semua kalangan agama. Bukan hanya kalangan muslim, namun juga buat non muslim,” ungkap Kasi Pidum Rian D.

Lebih jauh dikatakan Kasi Pidum Rian D, segala penistaan agama oleh siapa pun tidak boleh dibiarkan, sehingga kerukunan umat beragama tidak terganggu.

“Hal ini supaya kerukunan umat beragama tidak terganggu,” tutup Rian.

Laporan: Koko


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu
Baca Juga :  Jemput Aspirasi Masyarakat Bungaraya, Rakip: Semua akan Kita Perjuangkan



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar