Serah Terima Pompanisasi di Bungaraya Siak, Dijadwalkan Oktober Mendatang

Daerah, Siak298 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Dua mesin pompanisasi yang dibangun Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III di Kampung Bungaraya, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak yang dibangun selama tiga tahap sejak tahun 2020 itu akan diserah terimakan pada Oktober mendatang.

Harapan masyarakat, dengan dibangunnya pompanisasi itu, setidaknya bisa memberikan solusi terbaik bagi petani di lumbung padi tersbut.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Hotikultura Kabupaten Siak Irwansah Putra, melalui Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Bungaraya Nining Andiyani, SP. Dikatakannya, dengan adanya Mega poyek di kampung itu, semoga bisa dioperasikan secara maksimal untuk petani padi.

“Selaku korluh saya berharap, semoga pompanisasi yang ada saat ini bisa digunakan maksimal untuk petani. Setidaknya musim kemarau petani di Bungaraya tidak kekurangan air,” kata Nining kepada Publiknews.com, Sabtu (2/9/2023) sore.

Nining juga mengatakan, kemarau merupakan masalah yang sering dihadapi petani padi. Menurutnya, jika itu terjadi, maka akan berpengaruh kepada hasil panen.

“Kalau tanaman padi airnya harus selalu tercukupi. Kalau tidak, tentu hasil panen petani tidak maksimal sesuai yang diharapkan. Jika hasil penen merosot, tentu menimbulkan kerugian bagi petani,” tambahnya.

Semetara itu Kepala Dinas PU Tarukim Siak Irving Kahar, melalui Kepala Bidang Pengairan T Amri mengatakan, serah terima pompanisasi diperkirakan Oktober mendatang.

“Kemungkinan Oktober nanti diserah terimakan. Namun hanya dari kontraktor ke Balai, kalau untuk ke Pemkab Siak kita belum tahu apakah langsung atau lain waktunya,” kata Kabid.

Kabid Pengairan Siak itu juga menjelaskan, pada pompanisasi yang baru dibangun tiga tahap tersebut sudah pernah digunakan semasa kekeringan bulan lalu. Ia juga menjelaskan, jika kewenangan terhadap pompanisasi itu sepenuhnya pihak BWSS.

“Saat kekeringan bulan lalu, dua pompa itu sudah kita gunakan, tapi belum maksimal. Sebab, itu masih kewenangan Balai,” terangnya.

Lebih jauh Kabid menerangkan, untuk pengoperasian dua pompa butuh biaya besar. Dalam satu jam saja, satu pompa menghabiskan sekitar seratus liter.

“Selama satu jam, untuk mengoperasikan dua pompa kita harus menyediakan minyak solar sekitar dua ratus liter,” terangnya.

Selaku operator pompa, Badru Zaman menceritakan susah payahnya saat menghadapi musim kemarau. Ia harus berjibaku bersama petani demi kebutuhan air kala itu. Ia juga harus mematikan mesin ketika ada petir disaat hujan.

Selain itu, lanjut Badru, menjalankan mesin pompa tidak bisa ketika ada permintaan petani pompa langsung bisa dioperasikan. Menurutnya, ia harus melihat kondisi air sungai terlebih dahulu.

“Kendala kecilnya kalau di pompa, pas datang gerimis atau hujan mesin terpaksa kami matikan. Sebab tidak ada penangkal petir tentu kami khawatir. Sedangkan kendala besarnya, ketika petani minta air, kondisi airnya surut, tentu pompa tidak bisa dioperasikan,” kata operator pompa Badru Zaman.

Kehadiran pompanisasi sangat diharapkan oleh petani di Bungaraya. Saat ini sudah ada tiga mesin pompa di kecamatan lumbung padi itu. Namun, jika pengoperasiannya membutuhkan biaya yang besar, hal itu harus menjadi bahan evaluasi Pemkab Siak sebagai penerima hibah. Jangan sampai setelah serah terima nanti, banyak masalah yang timbul di kemudian hari.

 

Laporan: Koko

 

 

 



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500