PEKANBARU, PUBLIKNEWS.COM – Pertemuan yang seharusnya menjadi ajang mediasi konflik berkepanjangan antara masyarakat Tumang dan PT SSL justru berubah jadi perseteruan panas. Suasana tegang itu terjadi saat Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, berhadapan langsung dengan petinggi PT SSL bernama Paulina, Senin (25/8/2025).
Menurut saksi mata sekaligus Ketua Tim Fasilitasi Konflik Siak, Anton Hidayat SH, sejak awal Paulina sudah menunjukkan sikap arogan.
“Tidak ada senyum, tidak ada salam. Nada ketus. Bahkan langsung melarang dokumentasi pertemuan,” ungkap Anton.
Afni yang datang dengan niat mencari solusi damai justru mendapat bentakan. Saat Bupati meminta perusahaan mencari jalan tengah agar konflik 20 tahun lebih di Tumang bisa berakhir, Paulina malah balik menyerang.
“Dia menunjuk-nunjuk dan berkata keras ke Bupati: ‘Ibu tau tidak traumanya karyawan kami? Ibu tau tidak kerugian kami?’,” beber Anton.
Situasi makin memanas ketika Paulina menyombongkan diri terbiasa menghadapi kepala daerah. Mendengar itu, Bupati Afni bereaksi keras.
“Memangnya Ibu tahu tidak penderitaan masyarakat Tumang sejak perusahaan Ibu masuk? Itu kampung tua kami yang rusak karena perusahaan!” tegas Afni seperti ditirukan Anton.
Pertemuan yang belum genap 15 menit itu berakhir ricuh. Paulina bahkan menghantam meja lalu meninggalkan ruangan dengan kalimat kasar: “Ya sudah, tidak penting pertemuan ini!”
Anton mengecam keras sikap petinggi SSL tersebut. “Arogan, tidak sopan, bahkan melecehkan marwah Bupati sebagai simbol masyarakat Siak. Wajar kalau pertemuan deadlock,” ujarnya.
Merasa terhina, Bupati Afni pun meluapkan kekecewaan kepada inisiator pertemuan, Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon. “Bertahun-tahun saya mediasi konflik, baru kali ini ada petinggi perusahaan searogan ini,” kata Afni.
Akibat insiden itu, Bupati Siak langsung menegaskan akan membawa persoalan ke Kementerian Kehutanan dengan opsi ekstrem: ijin PT SSL diaddendum atau dicabut.
“Dua bulan lebih beliau berusaha mencari jalan damai, tidak pernah bicara soal cabut izin. Tapi setelah melihat langsung arogansi perwakilan perusahaan, wajar beliau hilang kesabaran,” tutup Anton.
Laporan : Sary
Editor : Koko Haryadi
Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News
Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500






