SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Calon Bupati (Cabup) nomor urut 1 Siak Afni Z dikuntit seorang pria saat berbuka puasa di rumah warga, di kampung Buantan Besar, kecamatan Siak Kamis (13/3/2025). Pria itu diketahui bernama Darwis, salah seorang tim sukses dari kalangan Paslon lain.
Kejadian ini membuat kampung Buantan Besar memanas sepanjang malam. Pendukung Afni berdatangan ke lokasi. Begitupun pendukung Paslon nomor urut 02 Alfedri -Husni. Kampung Buatan Besar yang semula sepi menjadi ramai. Polisi dan Bawaslu juga datang ke lokasi.
Peristiwa ini telah menyedot perhatian masyarakat secara luas. Kejadian berawal saat Afni berbuka puasa dengan sejumlah ibu-ibu di rumah warga bernama Dewi. Di saat hendak makan, tiba-tiba Darwis datang sembari mengaktifkan kamera Ponselnya.
Darwis memilih berdiri di depan pintu sambil mengarahkan kamera ke Afni. Ia mengatakan, tidak boleh kampanye.
Afni pun tidak jadi makan. Ia memanggil Darwis untuk masuk ke dalam rumah. Namun Darwis mengabaikan dan terus mengaktifkan kameranya sambil menyebut tidak boleh kampanye.
Kemudian terjadi perdebatan antara Afni dengan Darwis. Afni mempertanyakan kenapa dia tidak boleh buka puasa bersama dengan relawannya. Sementara Darwis mondar mandir di depan pintu dan terus mengarahkan kamera ke Afni.
“Ini tim ibu semuanya ni, tim ibu semuanya ini, tidak boleh bu kampanye,” ujar Darwis.
Afni mengatakan pihaknya tidak melakukan kampanye. Bahkan ia langsung menanyakan kepada ibu-ibu apakah ada kampanye di momen buka puasa itu. Semua kompak menjawab tidak.
“Terus masalahnya di mana, mengapa saya tidak boleh berbuka bersama, mengapa Pak Alfedri dan Pak Husni boleh,” tanya Afni.
Lalu Darwis menjawab perlakuan terhadap Alfedri-Husni berbeda karena masih menjabat bupati dan wakil bupati. Hal tersebut tidak masuk akal bagi Afni karena ia dan Alfedri juga sama-sama calon bupati.
“Bedanya apa, sesuai peraturan kami sama-sama calon kebetulan saja menjabat bupati dan wakil bupati. Karena itu marilah kita berprasangka elok, kecuali kami di sini memakai simbol-simbol kampanye, mengapa pak Alfedri dan Husni boleh, kenapa saya duduk dengan relawan saya tidak boleh,” ujar Afni.
Video perdebatan Afni dan Darwis pun menyebar luas. Perlakuan Darwis ini telah memicu ketegangan di Buantan Besar. Bahkan rumah Darwis sempat didatangi untuk mempertanyakan kapasitasnya. Namun pihak Darwis memvideokan kembali kejadian ini dan terdengar anaknya menangis. Video ini juga diviralkan pihaknya dengan narasi Darwis didatangi preman.
Laporan: Koko
Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News
Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500






