Aku Untuk Siak, Menjadi Sejarah Pembangunan Kabupaten Semasa Arwin AS

Infotorial, Siak590 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Aliansi Mahasiswa Peduli Kabupaten Siak (AMPKS) menggelar acara bedah buku  Aku Untuk Siak yang ditulis oleh Dr. Afni Zulkifli bersama H.Arwin AS, SH yang juga sebagai narasumber. Kegiatan itu berlangsung di Aula Queenstar Waterpark Siak, Senin (14/8/2023 ) pagi.

Hadir dalam acara itu, Drs.Wan Abu Bakar, Ketua DPRD Kabupaten Siak Indra Gunawan, Ketua LLMB Ismail Amir, serta tamu undangan dari lingkungan Pemerintahan, tokoh masyarakat, guru, Mahasiswa, dan Siswa/siswi SMA di Kabupaten Siak.

Pada kegiatan tersebut juga menampilkan persembahan spesial dari mantan Bupati Siak pertama H.Arwin AS yang menyanyikan sebuah lagu berjudul Yesterday dari The Beatles yang merupakan band favoritenya. Dengan diiringi petikan gitar, ia menyanyikan lagu berbahasa inggris dengan sepenuh hati.

Ketua Panitia penyelenggara bedah buku Sunario mengatakan, bahwa acara itu dibuat karena rasa ingin tahu besarnya jasa Arwin AS untuk Kabupatan Siak.

“Kegiatan ini terlaksana karena rasa penasaran dan ingin tahu kita semua, mengapa Aku Untuk Siak, berarti sangat besar jasa pak Arwin ini dalam pembangunan Kabupaten Siak,” kata Sunario.

Ia juga menjelaskan, banyak hal lain yang ingin mereka ketahui terkait sejarah pembangunan Kabupaten Siak dalam Kepemimpinannya.

“Rasa penasaran kami anak muda tidak habis di situ saja, kami juga ingin tahu bagaimana seluk beluk perjalanannya, apakah relevan dengan yang sekarang ini. Karena kami generasi-generasi baru tidak tahu, itu salah satu hal yang melatarbelakangi kegiatan ini,” terangnya.

Tak hanya kisah pembangunannya, mereka juga ingin mengetahui tentang polemik-polemik yang terjadi saat Arwin menjadi Bupati.

“Selain itu juga ada beberapa polemik yang dihadapi pak Arwin sendiri dalam pembangunan Kabupaten Siak, seperti perebutan PT.BSP, masuknya Pelindo ke Pelabuhan Buton dan kisah-kisah lainnya,” ucapnya.

Buku yang bertajuk Aku Anak Siak karya Dr.Afni Zulkifli yang merupakan Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Digital dan Media Sosial itu berisi tentang perjuangan dan perjalanan Arwin AS dalam membangun Kabupaten Siak.

Dalam kesempatan tersebut, Afni menceritakan perjalanannya dalam menulis buku, mulai dari awal mewawancarai narasumber dalam waktu yang sangat singkat.

“Dari sekian banyak buku yang saya tulis, ini adalah buku terdekat yang saya selesaikan hanya satu bulan saja, dalam merangkai buku ini saya mewawancarai pak Arwin tidak lebih tidak kurang hanya tiga jam,” kata Afni.

Ia juga menjelaskan, menggunakan kata aku di dalam buku tersebut untuk membawa para pembaca menjadi sosok Arwin untuk menyampaikan semangatnya.

“Dalam pemilihan kata saya, aku atau Arwin, saya menggunakan kata Aku supaya rasa semangat pengorbanan pak Arwin dapat tersampaikan dan dirasakan para pembaca,” terangnya.

Afni juga menceritakan isi dari buku tentang perjuangan Arwin AS dimulai dari perjalanannya menjadi Bupati Siak, serta perjalanannya dalam memajukan Siak, dari pembangunan Jembatan Siak, suka duka dalam memimpin, hobi serta perjalanan sebagai Bupati dua periode.

Diakhir kata, Afni mengatakan buku yang ia tulis diwaktu yang singkat dengan ketidaksempurnaannya itu, ia berharap dapat membangkitkan semangat anak muda sekarang untuk memajukan daerahnya terutama Kabupaten Siak.

“Saya memohon maaf dengan ketidaksempurnaan buku yang saya tulis, mari kita sempurnakan bersama, saya harap kepada anak muda yang akan melanjutkan perjuangan kita dapat membangkitkan semangatnya untuk memajukan Kabupaten Siak selanjutnya,” ucapnya.

Narasumber bedah buku yang menjadi tokoh utama dalam buku ini, H.Arwin AS mengatakan, bahwa Afni dapat menjadi motivasi bagi anak-anak muda yang merupakan generasi penerus.

“Ini menjadi motivasi bahwa anak Siak yang hidupnya tertinggal di Siak bisa menjadi staf Menteri LHK di Indonesia,” ujar Bapak pembangunan itu.

Arwin juga merasa sangat terharu, ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berfikir untuk dibuatkan buku yang berkisah perjalanannya di Kabupaten Siak.

“Saya merasa sangat terharu saat ini, tak pernah terfikirkan saya akan dibuatkan buku. Sudah banyak yang ingin menuliskan tentang saya tetapi saya tidak mau, biarlah sejarah perjalanan saya di Kabupaten Siak tersimpan di pikiran orang-orang, bukan di sebuah kertas, tapi pikiran-pikiran itu akan hilang, dan anak-anak yang akan datang tidak akan tahu tentang sejarah ini, untuk itu saya memutuskan dibuatnya buku,” terangnya.

Selain meningkatkan semangat generasi muda, diharapkan buku itu dapat menjadi motivasi untuk membangun dan menyadarkan para anak-anak agar memiliki jiwa kepemimpinan untuk menggantikan para pimpinan di Kabupaten Siak kedepannya.

 

Laporan: Sary
Editor: Koko Haryadi

 



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500