Keberadaan Kandang Ayam Dikeluhkan Warga, Ini Kata Direktur BUMKam Mitra Permai Mandiri

Lingkungan, Siak42 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Keberadaan kandang ayam petelur program Ketahanan Pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) Mitra Permai Mandiri, Kampung Sabak Permai, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak dikeluhkan warga. Pasalnya, sejak aktivitas itu berjalan warga sering mencium aroma tidak sedap dari areal kandang.

Keluhan tersebut datang dari warga RT 04/RW 02, Dusun Sabak Auh, Kampung Sabak Permai yang merasa terganggu dengan bau menyengat dari kandang ayam petelur milik BUMKam.

“Aromanya menyengat, apalagi kalau malam hari setelah hujan. Dari pemukiman sekitar 50 meter jarak kandang tersebut,” kata DW (39) warga yang enggan disebutkan namanya kepada Publiknews.com, Minggu (9/8/2026).

Menanggapi keluhan warga, Direktur BUMKam Mitra Permai Mandiri, Ayu Putri, angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa kandang ayam tersebut merupakan program Ketahanan Pangan kampung yang dikelola langsung oleh BUMKam.

“Kita langsung kuburkan untuk ayam yang mati. Keterangan dari kepala unit, Musarof, jumlah ayam awal 312 ekor. Pada Februari ada yang mati 9 ekor sementara yang terkena dampak suhu saat ini menyebabkan 30 ekor mati hingga masa produksi,” jelas Ayu Putri, Senin (10/8/2026) di ruangan Penghulu Sabak Permai Kamarudin didamping dua orang pendamping kecamatan.

Ayu juga merinci terkait pemasukan BUMKam dari usaha tersebut. April minggu kedua sampai Juni produksi telur dari ternak itu 166, Juni-Agustus naik 200 dan per papan dijual harga tertinggi Rp50 ribu. Target PAD ke kampung 15 persen dari keseluruhan. Namun, saat ditanya berapa jumlah penghasilan dari ayam petelur itu Ayu tidak bisa menjelaskan secara detail. Menurutnya, catatan ada di Bendahara yang saat ini masih dalam pemulihan.

“Penghasilan dari penjualan telurnya langsung kami beli untuk pakan. Kurang lebih 18 juta bang dari April sampai sekarang pendapatan telurnya. Ayu ndak bisa kasi jawaban pasti karena laporan catatan ada di bendahara, bendahara sedang pemulihan,” tambahnya.

Ia menegaskan, pengelola BUMKam itu didampingi dua orang pendamping dari Kecamatan yakni Melfa Susanti dan Fitriani.

Ayu Putri mengakui adanya keluhan dari warga terkait bau. Pihaknya sudah berkomitmen untuk segera membenahi pengelolaan kandang agar tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar dan itu terjadi pada awal pengelolaan.

“untuk masalah aroma, Ayu udah ada tanya ke warga sekitar saat survei tidak ada. Tapi saat diawal kemarin masalah aroma ada mereka ngadu ke pengelola, tapi alhamdulilah udah selesai masalah aroma ndak ada komplain lagi,” jawab Ayu melalui saluran WhatsApp pribadinya.

Penghulu Kampung Sabak Permai Kamarudin juga mengakui sudah memfasilitasi pertemuan antara pengelola BUMKam dan warga untuk mencari solusi terbaik, sehingga program Ketahanan Pangan tetap berjalan tanpa menimbulkan konflik di masyarakat.

“Saat awal dulu memang ada keluhan warga terkait bau. Dan semua itu sudah selesai dengan musyawarah yang melibatkan semua unsur yang ada di Kampung ini,” tukasnya.

 

 

Laporan: Koko

 

 



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500