oleh

Diduga Cabuli Anak Tirinya, Polsek Merbau Ringkus F di Desa Dedap

MERANTI,PUBLIKMEWS.COM – Seorang pria berinisial F als IIS (28 thn) warga Desa Dedap, Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, berhasil diamankan Polsek Merbau karena diduga telah mencabuli anak tirinya, sebut saja Bunga (10 thn). Parahnya lagi, perbuatan keji itu sudah dilakukannya sejak korban duduk di bangku kelas 2 SD dari tahun 2018 sampai dengan sekarang.

Informasi ini disampaikan Kapolres Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK melalui Kapolsek Merbau, IPTU Sahrudin Pangaribuan SH kepada media ini, Selasa (12/01/2021). Dikatakannya, penangkapan terhadap pelaku berdasarkan LP / 03 / I / 2021 / Riau / Res. Kep. Meranti / Sek. Merbau, tanggal 11 Januari 2021.

“Terduga pelaku berhasil kita amankan berdasarkan laporan ibu korban ke Polsek Merbau, dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Merbau bersama tim sekitar pukul 23.00 Wib pelaku berhasil diketahui keberadaannya serta dilakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya Jl. Kampung Tengah RT 001/RW 005 Desa Dedap Kecamatan Tasik Putri Puyu tanpa perlawanan,” jelas Kapolsek.

Baca Juga :  Penista Agama di Kandis Siak, Divonis Hakim 3,5 Tahun Penjara

Orang nomor satu di jajaran Polsek Merbau tersebut membeberkan, dimana kronologis kejadian pada hari Kamis tanggal 07 Januari 2021 sekitar pukul 17.30 Wib ketika korban, Bunga (bukan nama aslinya,red) bersama dengan ibunya ingin pulang ke rumah, di persimpangan jalan ibunya menyuruh korban untuk mengantarkan gerobak dorong bayi ke rumah terlebih dahulu karena ibunya mau pergi ke kedai.

Lalu sesampainya di rumah, korban melihat ayah tirinya (pelaku,red) sedang berdiri di depan pintu dapur dengan hanya menggunakan sehelai handuk saja. Kemudian pelaku menyuruh korban masuk kedalam rumah dan pelaku menyuruh korban agar membuka celana yang sedang dipakai korban. Dikarenakan merasa takut diancam oleh ayah tirinya, korban menuruti perintah pelaku dan membuka celana pendek berikut celana dalamnya sampai selutut.

Baca Juga :  Menolak Berhubungan Badan, Remaja di Kandis Bunuh Pacar dengan Cangkul

“Korban dipaksa pelaku saat berada di dapur, karena diancam korban terpaksa melakukan apa yang diperintah oleh pelaku. Kejadian itu dilakukan pelaku ketika ibu korban sedang tidak di rumah,” terang Sahrudin Pangaribuan.




Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar