Istri Diterekam Buaya Saat Mencuci di Sungai Metas, Warga Kampung Penyengat Berduka

Peristiwa, Siak57 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Duka mendalam menyelimuti keluarga Kolet (32), warga Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Istri tercintanya, Santi (22), meninggal dunia setelah diterkam buaya saat mencuci pakaian di tepi Sungai Metas, Kamis (11/6/2026) sore.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di pelantar depan bedeng kawasan Sungai Metas, Dusun Mungkal, Kampung Penyengat. Saat itu korban tengah mencuci seperti biasa di tepian sungai yang selama ini jadi sumber air warga.

Nahas, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam sungai dan langsung menerkam Santi. Serangan mendadak itu membuat warga sekitar panik dan langsung melakukan pencarian.

Camat Sungai Apit Tengku Muhtasar membenarkan kejadian tersebut. Korban diketahui warga Gang Surya RT 01/RW 03 Dusun II Kampung Penyengat, berasal dari komunitas Suku Akit Anak Rawa. Camat juga mengatakan, berdasarkan informasi tubuh korban masih dalam keadan utuh.

“Alhamdulillah korban sudah ditemukan tadi malam. Korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia. Kalau informasinya masih utuh,” kataTengku Muhtasar saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026) malam.

Menurutnya, berdasarkan keterangan warga, buaya menerkam korban dari dalam air saat Santi sedang mencuci di pelantar depan bedeng tepi Sungai Metas.

Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terutama sang suami yang harus kehilangan pendamping hidup secara tragis. Pemerintah Kecamatan Sungai Apit turut menyampaikan belasungkawa.

Tengku Muhtasar mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sungai Metas agar meningkatkan kewaspadaan. Kawasan itu diketahui merupakan habitat alami buaya yang kerap terlihat warga.

“Kami turut berdukacita atas musibah yang menimpa keluarga korban. Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai dan memperhatikan kondisi lingkungan demi keselamatan bersama,” kata Tengku Muhtasar.

Sungai Metas selama ini jadi sumber air dan jalur aktivitas warga pekerja perkebunan sagu. Namun di sisi lain kawasan ini rawan konflik manusia-satwa. Warga diminta lebih waspada terutama sore dan malam hari, waktu aktif predator tersebut.

Peristiwa ini menambah daftar kasus konflik manusia dan satwa liar di wilayah pesisir Kabupaten Siak.

 

 

Laporan: Koko



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500