Diduga Ulah Perusahaan Masyarakat Jadi Korban, Ketua DPRD Siak Indra Gunawan: Masyarakat Sudah Susah, Jangan Ditambah Susah

Parlemen, Siak2,164 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak Indra Gunawan menyayangkan dengan sikap perusahaan yang tidak peduli dengan masyarakat sekitar.

Hal itu menanggapi pemberitaan yang beredar di beberapa media online dan medsos, dimana disebutkan bahwa adanya penolakan bantuan dari perusahaan oleh Pemerintah Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura lantaran tak cukup untuk dibagikan ke masyarakat yang terdampak banjir.

“Terhadap perusahaan yang beroperasi dan berpotensi mengkibatkan banjir luapan air yang menggenangi perkarangan dan kebun masyarakat, agar bisa bertanggung jawab atas usaha yang dilakukan selama ini,” kata Indra kepada Publiknews.com, Senin (14/11/2022) malam.

Indra juga menjelaskan, perusahaan harus peduli dengan masyarakat. Menurutnya, perusahaan jangan hanya mencari untung semata. Sementara kewajibannya untuk masyarakat lalai.

“Pelaku usaha wajib memberi bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Sangat disayangkan sikap perusahaan yang tak peduli dengan masyarakat di lingkungannya. Tentu tidak wajar jika benar yang disampaikan pak penghulu Benhil bahwa sudah puluhan tahun perusahaan ini beroperasi namun tidak pernah memberi bantuan berurupa CSR,” tambahnya.

Politikus Partai berlambang Beringin itu berharap, ada sikap tegas Pemkab Siak terhadap perusahaan. Sehingga, warga yang terdampak banjir dapat bantuan selayaknya.

“Pemerintah harus serius dan tanggap dalam menyikapi masalah banjir yang dialami masyarakat. Kemudian memanggil perusahaan agar bertanggung jawab jika memang banjir yang dialami masyarakat akibat luapan dari kanal perusahaan tersebut. Masyarakat sudah susah, jangan ditambah susah,” tegasnya.

Seperti diberitakan, Penghulu Benteng Hilir (Benhil) M Rasyid menolak dengan tegas bantuan 85 karung beras dari PT Arara Abadi. Penolakan bantuan beras tersebut ia lakukan setelah melalui kesepakatan bersama masyarakat dan ketua RT/RW dan Kepala Dusun setempat.

“Kami menolak bantuan 85 karung beras dari PT Arara Abadi. Menurut kami bantuan yang diberikan itu justeru sebuah bentuk penghinaan kepada kami. Jumlah warga Kampung Benhil yang terdampak banjir mencapai lebih dari 300 KK, masa pihak perusahaan hanya memberi 85 karung beras, kalau ini kami terima tentu nanti malah akan jadi masalah di masyarakat, karena tidak cukup dibagi,” tegas Rasyid kepada wartawan, Senin (14/11/2022) siang.

Penghulu Benteng Hilir itu juga mengatakan, selama puluhan tahun PT Arara Abadi beroperasi di wilayah Kecamatan Mempura namun sama sekali tidak pernah memberikan konstribusi bagi masyarakat sekitar, bahkan program CSR juga tidak pernah disalurkan.

“Mereka beroperasi di sini hanya mencari untung saja, tanpa pernah memikirkan nasib masyarakat yang terdampak banjir akibat luapan air dari perusahaan mereka,” cetusnya.

Saat ditanya penyebab banjir itu, penghulu Dua periode itu dengan tegas mengatakan bahwa penyebab banjir ini faktor utamanya adalah tingginya curah hujan yang disertai oleh luapan air dari kanal-kanal milik PT Arara Abadi dan PT Ekawana yang dialirkan melalui Sungai Tonggak.

“Harapan saya meminta kepada Pak Bupati dan Wakil Bupati tolonglah mediasi kami dengan perusahaan PT Arara Abadi dan PT Ekawana yang selama ini terkesan tidak peduli kepada kami,” harapnya.

 

Laporan: Koko



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500