oleh

Musim Panen Padi, Musim Kendaraan Over Load di Bungaraya

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Setiap memasuki masa panen padi di Kecamatan Bungaraya, terlihat juga beberapa kendaraan over load terparkir di beberapa titik. Larangan menggunakan kendaraan over load seolah menjadi dilema bagi tengkulak yang menjual padi ke luar daerah Riau. Pasalnya, jika menggunakan kendaraan Colt Diesel, maka nilai kos akan semakin tinggi dan akan berpengaruh dengan harga di lapangan. Setidaknya, saat ini sudah ribuan ton padi dari Bungaraya yang dijual ke luar demi kestabilan harga gabah bagi petani.

Seperti yang disampaikan salah satu tengkulak di Bungaraya Saefudin, dikatakannya, alasan menggunakan kendaraan besar untuk mengangkut padi ke Sumatera Utara, agar kos tranportasi tidak membengkak. Ia juga mengaku, untuk harga yang masih menjanjikan sampai saat ini hanya di Sumatera Utara.

“Saya jualnya ke Medan, karena harga di sana masih termakan. Kalau menggunakan kendaraan Colt Diesel atau Dum Truck, tentu kos tranportasinya bengkak. Ini antar provinsi bukan lokal, selisih berkisar antara seratus lima puluh rupiah perkilogramnya. Sesuai hitungan saya, jika pakai Tronton atau Fuso hanya mengeluarkan dua ratus lima puluh rupiah perkilo. Sementara kalau pakai Colt Diesel saya harus mengeluarkan empat ratus rupiah perkilonya, dan muatannya paling kencang sepuluh ton. Kalau pakai Fuso bisa dua puluh lima ton,”kata Saefudin saat dikonfirmasi Publiknews.com, Kamis (30/06/2022) malam.

Baca Juga :  Syukuran TORA Kampung Koto Ringin, Warga Ngaku Sertifikatnya Belum Dibagikan

Saefudin juga menyadari kapasitas kendaraan yang ia pakai tidak sesuai dengan kelas jalan. Namun ia berharap, jika mau ditertibkan harus secara menyeluruh tanpa pandang bulu.

“Ini sebenarnya dilema bagi pengusaha seperti saya, musim padi tidak selama musim sawit. Kalau mau ditertibkan, mobil sawit juga harus ditertibkan biar adil. Musim padi paling lama satu bulan, habis itu ya taka ada aktifitas lagi menjelang musim panen lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Bungaraya AKP Deni Rohmat, melalui Kanit Lantas Polsek Bungaraya Aiptu Minasri mengatakan, pihaknya sudah memberikan teguran kepada seluruh tengkulak agar tidak menggunakan kendaraan over load masuk ke jalan perkampungan. Jika tidak diindahkan, maka penilangan akan diberlakukan.

Baca Juga :  Terkait Kayu Alam di Sungai Rawa Siak, Penghulu Mulyadi: Kami Dapat Rp300 Ribu

“Sudah kita berikan teguran kepada supir agar tidak mengulangi lagi, karena muatan yang dibawa tidak sesuai kelas jalan dan dapat menimbulkan kerusakan jalan tersebut. Nanti kalau mereka tidak mau dilarang kita tilang, bahkan kita suruh bongkar atau balik kanan,” kata Minasri saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Pantauan media di lapangan, jumlah kendaraan over load yang digunakan untuk mengangkut padi ukurannya semakin besar dan jumlahnya bertambah dari tahun sebelumnya. Setidaknya, setiap malam di tiga titik tempat mangkal kendaraan over load terparkir menunggu muatan. Mulai di simpang tiga Kampung Kemuning Muda, Kampung Buantan Lestari dan Kampung Jatibaru.

Komentar