SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Dewi, tuan rumah buka berasama dengan Afni Z kaget saat Darwis tiba-tiba datang ke rumahnya, Kamis (13/3/2025). Apalagi kedatangan Darwis sambil marah-marah di tengah orang lagi berbuka puasa.
“Saya mengundang Bu Afni untuk berbuka di rumah saya, alhamdulillah beliau mau, tidak mungkin saya berdua saja sama suami, tentu saya ajak tetangga dan relawan,” ujar Dewi, Jumat (14/3/2025).
Saat azan magrib, Dewi dan tamu-tamunya siap-siap untuk berbuka puasa. Di saat bersamaan, Darwis berkeliling rumah dan tiba-tiba nongol di depan pintu sambil mengaktifkan kamera Ponselnya.
“Kami benar-benar kaget, ada orang tiba-tiba entah dia sudah berbuka atau belum. Langsung marah-marah sama Buk Afni,” paparnya.
Alasan Darwis marah-marah karena mengganggap Afni tidak boleh datang ke kampung Buantan Besar, karena menjadi lokasi Pemungutan Suara Ulang (PSU). Ia juga menuding Afni telah melakukan kampanye di sana.
“Padahal kami tidak pernah membicarakan politik, Afni sendiri pun tidak pernah mengajak kami untuk memilihnya,” katanya.
Afni sempat mengajak Darwis masuk ke dalam rumah. Namun Darwis tidak mau, hanya mondar-mandir di depan pintu sambil merekam video dan berdebat dengan Afni.
“Saya menilai Darwis tidak tahu malu. Memasuki wilayah privat orang lain, sesuka hatinya. Saya berharap kebaikan memberi perlindungan kepada kami,” katanya.
Sementara itu Afni yang hendak menyuap makanannya terhenti gara-gara kedatangan Darwis ini. Pria ini merupakan Timses Paslon lain yang kerjanya menguntit aktivitas Afni.
“Saya tanyakan di mana salahnya saya berbuka bersama di rumah Bu Dewi, kenapa saya tidak boleh lalu Pak Alfedri-Husni boleh, inikan tidak adil,” ujar Afni.
Darwis bersikukuh Afni tidak boleh datang, sementara Alfedri-Husni boleh karena masih menjabat kepala daerah. Alasan Darwis ini membuat Afni semakin heran dengan perilaku Darwis.
“Bapak harus tahu bahwa beliau juga sebagai calon bupati dan wakil bupati Siak,” katanya.
Akibat perbuatan Darwis ini terjadi ketegangan antar sesama masyarakat. Akibat perbuatannya tersebut warungnya juga didatangi warga lainnya, namun ia tidak terima.
Kampung Buantan Besar menjadi ramai didatangi warga dari mana-mana. Baik dari pendukung Afni sendiri maupun dari pendukung Alfedri. Sampai pada akhirnya Polsek Siak juga turun tangan untuk meredam situasi.
Laporan: Koko
Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News
Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500






