oleh

Guru Semakin Inovatif Berkat Program PINTAR Tanoto Foundation

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Guru menjadi semakin kreatif dan inovatif dalam menyampaikan pembelajaran di kelas. Melalui pelatihan dari Tanoto Foundation, guru diajarkan metode MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi).

Selama ini, metode ceramah yang dinilai membosankan kini ditarik dan beralih dengan melakukan metode MIKIR di dalam kelas, sehingga pembelajaran berlangsung lebih menarik.

Peserta didik lebih menikmati pembelajaran menggunakan metode mikir daripada ceramah yang tidak memberikan kesempatan untuk mereka ikut aktif dalam pembelajaran, sehingga materi yang akan diberikan kepada siswa menjadi semakin mudah untuk dipahami, siswa juga menjadi aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

Pandu Prawudia Wangga (13) yang akrab dipangil Pandu, salah seorang siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Siak terlihat begitu luwes dan percaya diri layaknya seorang presenter handal dalam membacakan hasil tugas kelompoknya di depan teman se kelasnya. Saat dirinya mempresentasikan hasil pengamatannya pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan materi Zaman Aerkaekum atau disebut juga Zaman Tua, Jum’at (07/02/2020).

Baca Juga :  Kabar Baik untuk Guru Honorer, Mendikbud Akan Naikkan Gaji Setara UMR

Pandu, yang sebelumnya seorang yang pemalu dan terkesan pendiam kini menjadi anak yang berani dan punya percaya diri besar. Tak ayal dirinya sekarang lebih terlihat aktif saat belajar di kelas.

“Dulunya saya seorang yang pemalu, namun karena guru selalu memberikan motivasi saya untuk berani dan percaya diri sekarang saya menjadi percaya diri untuk berbicara di depan kelas,” Ujarnya.

Selain itu, Pandu juga mengaku lebih mudah dalam memahami pelajaran yang di sampaikan guru, lantaran dirinya merasa bersemangat dalam belajar, Pandu juga sekarang sering tampil di depan kelas saat tidak ada satupun yang berani maju untuk menjelaskan.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Siak, Bertambah 11 Orang 

“Saya tidak takut salah, yang paling penting saya percaya diri dengan apa yang saya ketahui, mau salah atau benar itu nanti saja yang penting saya berani dan percaya diri,” ucapnya.

Sementara itu Guru Mata Pelajar IPS Anna Handayani, menuturkan ilmu ketrampilan dalam mengajar ia dapat melalui pelatihan – pelatihan yang di berikan oleh Tanoto Foundation yang sudah beberapa kali ia ikiti karena bagi dirinya menjadi pintar sekarang ini tak lagi cukup bagi seorang murid, namun mereka juga harus menjadi seorang pemecah masalah.


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu
Baca Juga :  Kronologi Siswa Bacok Gurunya Lalu Lari ke Hutan



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar