oleh

Kasus Netralitas ASN Duduki Posisi Teratas, Selama Kampanye Bawaslu Riau Proses 105 Pelanggaran

PEKANBARU, PUBLIKNEWS.COM – Selama 70 hari masa kampanye, Bawaslu Riau telah memproses 105 pelanggaran pemilihan di 9 Kabupaten/Kota se-Riau, Selasa (08/12/2020).

Hal tersebut disampaikan Rusidi saat menggelar rapat Evaluasi Pengawasan Kampanye Pilkada serentak lanjutan tahun 2020 bersama awak media lokal dan nasional di Aula Sekretariat Bawaslu Riau, Jalan Adi Sucipto no.284 Komplek Transito Pekanbaru, Pukul 10.00 WIB.

Bawaslu Kabupaten/Kota se Riau telah melakukan penindakan terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi dalam 2 tahapan, yaitu tahapan pencalonan dan tahapan kampanye. Total Pelanggaran yang diproses oleh Bawaslu se-Riau sebanyak 105 yang bersumber dari temuan pengawas sebanyak 70 kasus dan laporan masyarakat sebanyak 35 kasus. Dari 105 Pelanggaran tersebut, kasus Netralitas ASN menduduki posisi teratas.

Baca Juga :  55 Personel Polisi Amankan Malam Pergantian Tahun di Selatpanjang

“Total dugaan pelanggaran yang di proses oleh Bawaslu se-Riau sebanyak 105 Pelanggaran yang bersumber dari temuan sebanyak 70 kasus dan laporan yang disampaikan oleh masyarakat kepada pengawas pemilu sebanyak 35 kasus, kasus netralitas ASN terbanyak,” kata Ketua Bawaslu Riau Rusidi kepada media.

Dari 70 kasus Temuan tersebut, kasus terbanyak berada di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan jumlah kasus sebanyak 18. Kasus terbanyak kedua berada di Kabupaten Pelalawan dengan jumlah kasus sebanyak 17 Kasus. Sedangkan Jumlah temuan terendah berada di Kabupaten Bengkalis yakni sebanyak 3 kasus saja.

Baca Juga :  Nama Sutarno Masuk Bursa Calon di Pilkada Siak 2020

Untuk 35 Laporan yang bersumber dari aduan masyarakat, Bawaslu se-Riau mencatat dengan rincian 7 laporan di Kota Dumai, 6 Laporan di Kabupaten Kuantan Singingi, 5 laporan di Kabupaten Indragiri Hulu, 4 Laporan di Kabupaten Bengkalis dan Siak, 2 laporan di Kabupaten Rokan HIlir dan 1 laporan di Kabupaten Rokan Hulu dan Meranti.

Masih berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu se-Riau, terkait penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) sampai dengan tanggal 5 Desember 2020, Penertiban telah mencapai angka 100% yakni sebanyak 9.519 APK. Dengan rincian Jumlah APK yang di tertibkan tertinggi berada di Kabupaten Rokan Hilir dengan Jumlah APK sebanyak 4.006 APK. Disusul Kabupaten Bengkalis dengan jumlah APK sebanyak 1.618. Sedangkan jumlah APK yang ditertibkan terendah berada di Kabupaten Kuantan SIngingi sebanyak 257 APK dan Kota Dumai sebanyak 310 APK.

Komentar