SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Hingga saat ini kondisi sebagaian besar sawah di Kecamatan Bungaraya kering. Selain sawah, parit skunder yang biasa untuk mengairi persawahan juga mengalami kekeringan. Padahal, di Kecamatan Bungaraya ada pompanisasi yang nilai pembangunannya mencapai puluhan miliar di sana.
Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak Indra Gunawan mengatakan, dengan kondisi itu harusnya Pemkab Siak cepat tanggap. Sehingga apa yang menjadi masalah di masyarakat bisa teratasi.
“Ini masalah orang banyak, menyangkut swasembada pangan, harusnya Pemkab Siak tanggap. Jangan sampai berlarut-larut, kasihan petani kalau sampai gagal tanam,” kata Indra Gunawan kepada Publiknews.com, Selasa (8/8/2023) di Siak.
Pria yang akrab dengan sapaan Ngah Indra itu juga mengatakan, di Kecamatan Bungaraya sudah ada pompanisasi. Setidaknya, permasalah yang ditakutkan petani itu bisa menjadi solusi disaat cuaca seperti ini.
“Kalau tak salah, di Bungaraya kan ada pompanisasi. Tahun 2017 sudah dibangun di sana, bahkan ada dua lagi mesin pompa yang baru, puluhan miliar lo anggarannya. Seharusnya, dengan kondisi saat ini bisa membantu petani. Kalau memang benar kekeringan akan terjadi hingga September nanti, terus bagaimana nasib petani,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pembangunan Pompanisasi tahap satu dan tahap dua di Kampung Bungaraya, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau yang menelan anggaran APBN puluhan miliar terancam jadi besi tua. Pasalnya, sejak tahun 2020 dibangun, hingga saat ini dua bangunan itu belum bisa dioperasikan dan dirasakan hasilnya oleh petani.
Menurut salah seorang petani di Bungaraya, sehari lalu ia menyaksikan uji coba pompanisasi itu. Namun, airnya belum bisa dipergunakan untuk mengairi sawah yang kering.
“Semalam ketika saya lagi kerja di sawah, ada rame-rame di saluran pipa dekat sawah saya. Ternyata ada uji coba pompanisasi, namun hanya sampai ke outlet dua yang berada tak jauh dari lapangan sepak bola Kemuning Muda. Apa mampu mengairi sawah yang ada di tiga Kampung,” kata AR (55) warga yang enggan disebutkan namanya kepada Publiknews.com, Jumat (4/8/2023) pagi.
Sebagai petani, Feri mengatakan, jika kedaan parit atau saluran tersiernya kering, maka petani tidak bisa menyemai dan menanam sesuai jadwal.
“Saat ini petani ada yang sudah nyemai bibit dan ada yang sudah tanam. Sementara sebagian besar kondisi parit dan sawahnya kering. Kalau kondisi itu berlangsung lama, tentu jadwal putarannya akan berubah dari tahun sebelumnya,” kata Feri.
Senada juga disampaikan Ketua Gapoktan Sri Kemuning Rasito, dikatakannya, kondisi kekeringan itu merupakan masalah utama bagi petani. Menurutnya, jika air tidak mencukupi, berpengaruh besar untuk peningkatan hasil panen.
“Untuk Kemuning sekitar 200 hektar yang masih belum kebagian air. Mungkin kalau di kampung lain ada yang sudah tutup tanam. Kalau kebutuhan airnya tidak bisa mencukupi, tentu akan berdampak pada penghasilannya nanti,” kata Rasito.
Rasito juga mengatakan, masyarakat kecewa dengan adanya pompanisasi itu. Menurutnya, dibangun sedemikian rupa dan menelan biaya puluhan miliar, masalah pengairan belum bisa teratasi.
“Kemarin ada dari Provinsi dan dinas datang ke Outlet dua, katanya uji coba pompanisasi. Ternyata airnya belum maksimal, dibagun sedemikian rupa, biayanya besar, tapi masalah air di Kemuning Muda masih juga belum teratasi,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PU Tarukim Siak Irving Kahar, melalui Kepala Bidang Pengairan T Amri menjelaskan, pihaknya masih berupaya mencarikan solusi untuk petani Bungaraya. Ia juga menjelaskan, untuk pembangunan pompanisasi masih menunggu serah terima dari BWSS.
“Pada Selasa kemarin kami rapat terkait masalah sawah yang kering di Bungaraya, dan hari Rabu kami turun bersama orang Balai untuk uji coba pompanisasi yang baru, dan itu belum serah terima. Kami masih mencarikan solusi untuk masalah tersebut, ini kan masalah alam setidaknya kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diturunkan hujan,” kata T Amri.
Laporan: Koko
Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News
Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500






