oleh

Sejumlah Kampung di Siak Riau, Diduga Kena Tipuan Program Pusat

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Setidaknya ada Lima Desa atau Kampung di Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau diduga dibohongi adanya program dari pemerintah pusat yaitu Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Wilayah Provinsi Riau tahun 2020. Namun, sampai berakhirnya tahun anggaran tersebut kegiatan tidak juga terealisasi.

Hal itu diceritakan Penghulu Kampung Langsat Permai Pujianta, saat itu ada yang mengaku sebagai kontraktor pelaksana datang bersama P3A di kampungnya mengajak ke lokasi yang akan dibangun irigasi. Sesampai di lokasi plang kegiatan itu difoto dan diambil titik koordinatnya.

“Sekitar November 2020 ada yang datang ke Kantor Desa Langsat Permai bersama P3A. Mereka mengajak saya untuk menuju ke lokasi yang akan dibangun irigasi. Tapi sampai sekarang belum juga terealisasi, hanya plang yang tertancap di lokasi tersebut,” kata Pujianta menjawab Publiknews.com, Rabu (06/01/2021) siang.

Baca Juga :  Indonesia Sudah Positif Virus Corona, Para Ahli Kebingungan

Senada juga disampaikan Penghulu Kampung Jayapura Nurhadi Budiono, hanya plang kegiatan yang mereka terima sampai saat ini. Ia juga menyebutkan, selain di kampungnya diduga kegiatan fiktif itu juga terjadi di Kampung Tuah Indrapura, Bungaraya dan Jatibaru.

“Proyek enggak jelas, hanya plang saja yang tertancap di lokasi, kegiatannya entah kapan terealisasi. Bukan di kampung ini saja, Kampung Bungaraya, Jatibaru,Tuah Indrapura dan Langsat Permai juga ada,” kata Budiono.

Sementara itu yang mengaku sebagai kontraktor pelaksana CV Tuah Sarana Aulia Candra, saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya membenarkan program irigasi dari Kementerian PUPR tersebut. Ia juga menjelaskan, belum terlaksananya kegiatan di Siak itu dikarenakan wabah Covid-19. Sedangkan anggaran baru dicairkan 30 persen.

Baca Juga :  Kemenag: Salat Tarawih di Rumah, Salat Id Ditiadakan

“Kami kan kemarin dari Kementerian pusat ada pembayaran di depan 30 persen, SP2D nya sudah turun, makanya kami lagi di Bank untuk melihat sudah masuk atau belum dananya. Kalau sudah masuk kami langsung melihat ke sana. Untuk di Bengkalis Lima titik dan di Siak Sepuluh titik, kalau untuk di Siak belum terlaksana itu akibat Covid,” kata Candra.

Candra juga menegaskan bahwa kegiatan itu langsung dari Kementrian Pusat. Karena dia sudah menerima sebagian dana, maka dia harus mengerjakan kegiatan itu. Ia juga menyebutkan untuk program itu bukan di Siak saja tapi di seluruh Indonesia.

Komentar