Menunggu Hasil Swab, Penghulu Kampung Temusai Hanya Ditemani Android Saat Menjalani Isolasi Mandiri

Kesehatan, Siak3,055 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Untuk meredam rasa gelisah dan kepanikan masyarakatnya, Penghulu Kampung Temusai Markuat melakukan isolasi mandiri di Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Kampung Temusai. Hal itu dilakukan setelah mengikuti pemeriksaan dan pengambilan Swab oleh tim medis di Kampung Jatibaru. Bukan Penghulu Kampung Temusai saja yang menjalani Swab, namun beberapa penghulu dan perangkat kampung yang ada di Bungaraya yang kontak langsung dengan Penghulu Kampung Jatibaru, berinisial AJ yang sudah dinyatakan positif Covid-19 semuanya menjalani Swab.

“Assalamu’alaikum pak Kepala Dusun dan semuanya ,dengan ada isolasi mandiri yang harus saya laksanakan, untuk sementara menunggu hasil Swab, maka hal-hal yang sifatnya bisa di koordinasikan dengan pak Kerani, silahkan hubungi beliau, dan seandinya tidak bisa, mohon di tunda ataupun lewat hp (japri),” pesan Penghulu Kampung Temusai Markuat kepada seluruh perangkat Kampung Temusai melalui Group Whatsapp perangkat kampung, Selasa (13/09/2020).

Setelah melihat pesannya di group WhatsApp, Sugianto salah seorang Kepala Dusun mencoba komunikasi melalui telpon selulernya. Ternyata Penghulu sudah melakukan isolasi mandiri di gedung BLK. Kemudian Sugianto langsung menuju ke TKP, untuk memastikan keberadaan Penghulunya.

“Setelah mendapatkan pesan melalui Group Whatsapp, saya langsung menuju ke BLK, ternyata benar, Pak Penghulu sendiri dan hanya bertemankan HP Android nya,” kata Sugianto Kepala Dusun Teluk Musahab.

Kepada awak media Markuat mengatakan, sebagai seorang pemimpin harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya. Agar, kesdaran masyarakat bisa tumbuh dalam diri masing-masing.

” Ya bagaimana lagi pak, namanya kita sebagai kepala desa tentunya bisa memberikan contoh kepada masyarakat, agar selalu mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan Dinas Kesehatan. Ini sebagai contoh, bahwa bukan hanya masyarakat biasa saja yang harus isolasi mandiri, namun kita juga sebagai perangkat juga harus mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Markuat juga berpesan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kampung Temusai agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19, karena dampak dari Covid-19 ini tidak main-main. Bahkan dirinya saja yang kontak langsung dengan pasien yang dinyatakan positif, meski belum tentu hasil dari Swab itu positif, ia harus menjalani isolasi mandiri selama tiga sampai empat hari.

“Untuk sekarang ini saya tidak keluar dari ruangan ini, setidaknya 3 atau 4 hari menunggu hasil Swab, dan ini sebagai pembelajaran kita agar lebih berhati-hati menghindari kerumunan, jaga jarak, cuci tangan dan jaga kesehatan. Semoga semuanya ada hikmahnya dan hasil Swabnya negatif,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Bungaraya Amin Soimin merasa prihatin melihat keadaan penghulunya, baik yang positif Covid-19 maupun yang masih menunggu hasil Swab.

” Memang Penghulu Kampung Jatibaru kemarin dinyatakan positif Covid-19, dan bagi penghulu yang lain yang kontak langsung dengan beliau mereka mau tidak mau harus tes Swab. Dan menunggu hasil tes Swab, para penghulu ini harus isolasi mandiri di rumah atau di tempat yang aman, seperti yang dilakukan oleh Penghulu Kampung Temusai Markuat saat ini. Melihat beliau Isolasi mandiri di Gedung BLK Kampung Temusai sendirian tanpa teman, hati saya sangat sedih sekali, apalagi dengan Penghulu Jatibaru kita yang positif Covid-19,” ungkapnya.

Amin Soimin juga memberikan motivasi kepada para penghulu yang baru saja menjalani Swab untuk tetap semangat, jaga kesehatan dan tetap mengasingkan diri untuk memutus mata rantai.

” Kami berdoa semoga hasil Swab seluruh penghulu dan perangkat Kampung se-Kecamatan Bungaraya yang kontak langsung dengan pasien Positif hasilnya negatif, dan kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, jaga jarak, patuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Laporan: Koko

[ays_poll id=1]

Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500

Komentar