JAWA TIMUR, PUBLIKNEWS.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menemui Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya. Kunjungan Gubernur Khofifah ke Balai Kota merupakan pertama kali semenjak dirinya menjabat pada 2018 lalu.
Eri mengatakan, pertemuan tersebut membahas beberapa permasalahan di Surabaya. Seperti, penanggulangan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), ekonomi kerakyatan, kondisi pasar, dan pengembangan wisata. Tak hanya itu, Eri juga memaparkan bahwa 40% APBD dialokasikan untuk UMKM di Kota Surabaya.
“Jadi seperti arahan gubernur, sehingga langkah yang kita lakukan untuk PMKS dan peningkatan UMKM itu selaras dan sejalan,” kata Eri usai pertemuan dengan Gubernur Khofifah di Balai Kota Surabaya, Jumat (8/4/2022).
Eri menyebut dalam penanganan PMKS di Surabaya masih banyak ditemukan yang bukan KTP Surabaya. Karena itu, dia berharap sinergi pemkot dan pemprov perlu ditingkatkan terkait PMKS non KTP Surabaya.
“Kalau bicara Surabaya, PMKS banyak. Tapi waktu gubernur turun ternyata juga banyak yang bukan warga Surabaya. Semoga hari yang barokah ini kita dapat memberikan yang terbaik bagi umat dengan arahan dari gubernur, bagaimana langkah-langkah Pemkot dan Provinsi bersinergi,” tambah Eri.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa silaturahmi kali ini untuk mencocokkan pikiran atau meeting of mind. Menurutnya, ini sangat penting dilakukan karena Kota Surabaya merupakan kota metropolitan.
“Jadi, sangat banyak hal yang ekosistemnya bisa mengalami perubahan-perubahan dan ini harus jadi bagian dari antisipasi kita bersama,” kata Gubernur Jatim.
Ia menegaskan bahwa banyak hal yang posisinya sudah stabil, tapi kemudian ada efek pembangunan yang harus dilakukan antisipasi bersama, dari mulai yang terkait Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), kemudian bagaimana meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dari mulai gizi buruk yang sangat sukses dilakukan di Surabaya pada dua tahun terakhir, serta bagaimana menurunkan stunting lebih signifikan, kemudian menurunkan TB juga supaya lebih signifikan lagi.
“Hal-hal seperti itu yang kita bahas, sampai hal-hal strategis bagaimana serapan UMKM dari APBD yang ditarget oleh pemerintah pusat Rp26,8 triliun. Kenapa saya yang harus silaturahmi ke sini, karena skala APBD Surabaya paling besar di Jawa timur, sehingga belanja untuk APBD terkait dengan PBJ (Pengadaan Barang dan Jasa) untuk UMKM menjadi signifikan,” katanya.
Menurut Khofifah, format-format yang sudah dilakukan oleh Wali Kota Surabaya bersama jajaran Pemkot sudah sangat cukup memberikan gambaran bahwa target pemerintah pusat Rp26,8 triliun bisa dicapai.
“Makanya, ini harus sepemikiran, sehingga sektor UMKM yang harus dicreate dan proses kurasinya serta akses marketnya harus bisa terkonsolidasikan,” tegasnya
Laporan: Redho
Editor: Koko Haryadi
Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News
Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500






