oleh

Telan Ratusan Juta, Bangunan Dishub Ini 3 Tahun Ditelantarkan

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Bangunan ruang tunggu penyeberangan Ferry Dayang Suri-Pebadaran Kecamatan Bungaraya, milik Dinas Perhubungan Kabupaten Siak, Riau tak terawat.

Kondisinya kotor dan banyak yang rusak, termasuk pintu toilet. Kondisi itu menunjukkan bangunan itu sudah lama tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

Menurut keterangan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Siak Junaidi yang akrab disapa Anong, bangunan itu menelan biaya Rp120 juta. Ia juga menegaskan, kegiatan itu semasa pejabat yang lama.

“Kalau keterangan dari PPTK, bangunan itu menelan biaya sekitar Rp120 jutaan. Itu sebelum saya menjadi PLT. Lebih jelasnya hubungi saja PPTK-nya atas nama Rionaldi,” kata Junaidi saat dijumpai Publiknews.com, pekan lalu.

Baca Juga :  Hingga Desember 2020, Kejari Kepulauan Meranti Berhasil Ungkap 125 Perkara

Di tempat terpisah, dikonfirmasi kepada Rionaldi melalui saluran telepon genggamnya, dia mengatakan, kegiatan itu memang menelan biaya seperti yang dikemukakan oleh PLT Kadishub Siak Junaidi. Namun, saat ditanya tahun kapan kegiatan itu dilaksanakan, ia tidak bisa menjelaskan secara pasti.

“Anggarannya sekitar Rp120 juta dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT), fungsinya untuk ruang tunggu penumpang dan tempat istirahat ABK. Kalau tak salah tahun 2018 gitulah, sudah tak ingat lagi saya. Karena banyak kegiatan saat itu,” kata Rionaldi, Senin (4/10/2021) petang.

Rionaldi juga menjelaskan, aktivitas penyeberangan di sana sampai saat ini masih berjalan.

Baca Juga :  Seluruh Kampung di Kabupaten Siak Sudah Teraliri Listrik, Diharapkan Dapat Dorong Pertumbuhan Ekonomi

“Masih aktif kok sampai sekarang,” tukasnya.

Di lain pihak, Penghulu Kampung Dayang Suri Marimin menyayangkan, jika bangunan itu kurang dimanfaatkan. Ia juga menambahkan, untuk saat ini aktivitas penyeberangan Ferry itu tidak terlalu ramai.

“Sayang sih kalau bangunan itu dibiarkan tak terawat. Itukan dibangun menggunakan uang rakyat, kalau bisa difungsikanlah sebagaimana mestinya,” katanya.

Marimin mengakui aktivitas masih ada di penyeberangan, cuma jarang ada mobil menyeberang. Di sana memang sepi. Penumpangnya lima atau lebih baru jalan dan relatif lama. Hal itu membuat jenuh, sehingga banyak calon penumpang memilih penyeberangan samping SMA.

Baca Juga :  PLN Siak Padam Lagi, Ini Penjelasan Manager Heru

Laporan: Koko

 

 

 



ucapan selamat idul adha dari publiknews

Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar