SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Kabupaten Siak saat ini berada dalam status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul peningkatan titik panas (hotspot) dan luas lahan terbakar di wilayah Riau pada musim kemarau ini.
Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Tingkat Menteri pada 13 Maret 2025 serta informasi BMKG, diprediksi bahwa pada bulan Juni, Juli, dan Agustus 2025, Provinsi Riau akan mengalami risiko menengah hingga tinggi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Hingga tanggal 22 Juli 2025, jumlah hotspot di Siak tercatat sebanyak 82 titik dan jumlah firespot sebanyak 38 titik. Adapun total luas lahan yang terbakar dan telah berhasil dipadamkan tercatat sebanyak 87,8 hektar.
Berikut data luas lahan terbakar berdasarkan kabupaten/kota di Riau:
1. Kabupaten Rokan Hulu: 229,3 hektar
2. Kabupaten Rokan Hilir: 204,25 hektar
3. Kabupaten Kampar: 188,45 hektar
4. Kabupaten Siak: 87,8 hektar
5. Kabupaten Kepulauan Meranti: 74,20 hektar
6. Kota Pekanbaru: 51,34 hektar
7. Kabupaten Bengkalis: 51,20 hektar
Dari data tersebut, Kabupaten Siak menempati posisi keempat luas lahan terbakar di Riau setelah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Kampar.
Dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Balairung Datuk Empat Suku, Rabu (23/7/25), Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menegaskan bahwa Pemkab Siak telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Hal ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mencegah meluasnya karhutla, mengingat kondisi cuaca kering dan potensi peningkatan titik api.
Rakor tersebut juga turut dihadiri Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra, Jaksa Intel Kejari Siak, Perwakilan TNI AU, TNI AL, TNI AD, Manggala Agni, BPBD Kabupaten Siak, Perwakilan Perusahaan , Camat se Kabupaten Siak.
Syamsurizal mengimbau seluruh perusahaan pemegang HGU dan HTI di Kabupaten Siak untuk senantiasa waspada terhadap lahannya masing-masing dan mempersiapkan peralatan pemadaman serta tim siaga yang dapat bergerak cepat apabila muncul titik api di area rawan.
“Kami meminta semua perusahaan untuk memeriksa kondisi lahan mereka secara berkala, terutama pada musim kemarau ini. Peralatan pemadam dan personel siaga harus siap, agar titik api bisa segera dikendalikan sebelum meluas,” ujarnya.
Selain perusahaan, Wakil Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dampak yang ditimbulkan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk gangguan kesehatan akibat kabut asap, kerusakan ekosistem, dan terganggunya aktivitas ekonomi.
“Kami mohon warga untuk tidak membakar lahan dengan alasan apapun. Jika melihat titik api, segera laporkan ke perangkat kampung, Babinsa, atau pihak berwenang agar segera ditindaklanjuti,” tambah Syamsurizal.
Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungannya masing-masing agar tidak terjadi kebakaran lahan, terutama di area kebun dan semak belukar yang rawan terbakar saat musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Siak bersama TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni terus melakukan patroli dan pemantauan hotspot untuk pencegahan karhutla. Penindakan tegas juga akan dilakukan bagi siapa pun yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan.
“Pencegahan karhutla memerlukan kerja sama semua pihak. Kami akan mendukung penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik individu maupun korporasi, sesuai aturan yang berlaku,” tegas Wakil Bupati.
Melalui status siaga darurat karhutla ini, Pemkab Siak berharap semua pihak dapat bersama-sama menjaga lingkungan demi menghindari kerugian yang lebih besar akibat karhutla, menjaga kualitas udara, serta melindungi kesehatan masyarakat Kabupaten Siak dan sekitarnya.
Masyarakat diimbau segera melapor jika menemukan titik api ke Posko Siaga Karhutla Kabupaten Siak atau melalui layanan cepat tanggap BPBD Kabupaten Siak.
Laporan : Sary
Editor : Koko Haryadi
Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News
Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500






