Kecamatan Bungaraya Gelar Rakor Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Daerah, Honor MPA Jadi Bahasan

Daerah, Siak996 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Pemerintah Kecamatan Bungaraya menggelar rapat koordinasi tentang pencegahan dan penanggulangan bencana daerah sekaligus kebakaran hutan dan lahan, Jumat (16/09/2022) pagi di aula Jaya Perkasa.

Kecamatan Bungaraya merupakan sebagian wilayah di Kabupaten Siak yang rawan dengan masalah kebakaran hutan dan lahan. Oleh sebab itu, dalam Rakor tersebut lebih cenderung pembahasan masalah honor bagi Masyarakat Peduli Api (MPA). Meski dari sepuluh kampung yang ada di Kecamatan itu ada tiga kampung yang sangat rawan karhutla.

“MPA kerjanya nonstop, menjadi garda terdepan ketika ada karhutla. Selama ini hanya operasional saja, itupun pencairanya lama,” kata Amin Tohari perwakilan MPA Jatibaru.

Hadir dalam acara itu, Camat Bungaraya Amin Soimin didampingi Sekretaris Camat Wasito, Kapolsek Bungaraya AKP Deni Rohmat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, seluruh Penghulu, Koordinator Penyuluh Pertanian dan MPA.

Saat memberikan sambutan camat menyampaikan, selain banyak kekurangan peralatan, pihaknya selalu mengusulkan kendaraan pemadam untuk kecamatan Lumbung padi itu.

“Untuk penanggulangan bencana khususnya Karhutla, kita setiap musrenbang selalu mengusulkan satu unit Mobil pemadam kebakaran. Karena, selain Karhutla, ada juga bencana daerah seperti kebakan rumah warga, kalau selama ini ketika ada kebakaran, jika mengandalkan dari BPBD Siak terlalu jauh,” kata Amin.

Amin juga berharap, menghadapi musim kemarau ini hendaknya apel kesiapsiagaan harus dilakukan lagi. Menurutnya, saat apel itulah akan tahu apa saja yang menjadi kendala dalam penanggulangan bencana.

“Apel kesiapsiagaan harus dilaksanakan lagi secepatnya. Dari situ nanti kita tahu, apa saja yang menjadi kendala saat ada bencana. Pengecekan kelengkapan dan lain-lain,” tambahnya.

Dilain pihak, Kapolsek Bungaraya AKP Deni Rohmat menegaskan, agar Bhabinkamtibmas lebih giat lagi memberikan himbauan kepada masyarakat tentang larangan membakar lahan.

“Bhabin harus giat lagi, bila perlu didata, mana saja masyarakat yang memiliki lahan rawan kebakaran. Berikan edukasi tentang hukuman bagi pelaku pembakar lahan,” tegasnya.

Sementara itu Syamsudin, Penghulu Kampung Temusai menyampaikan, untuk pembangunan tower pemantau api, pihaknya belum mendapatkan tempat yang strategis.

“Kalau untuk di Temusai, semasa penghulu yang lama sudah menganggarkan pembangunan tower pemantau titik api. Namun yang jadi masalah sekarang, lokasi yang dekat dengan embung air kondisi lahannya gambut dalam,” terangnya.

Laporan: Koko



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500