Sawah Kering di Bungaraya, Jabfung Pemkab Siak Iswanto: Jam Operasional Pompa Harus Ditingkatkan Lagi

Hype, Siak83 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Kekeringan melanda sawah petani di Dusun Endang Dharma, Kampung Bungaraya, Kabupaten Siak. Di tengah musim kemarau ekstrem, air yang dipompakan belum bisa bertahan di saluran karena langsung meresap ke tanah yang kering.

Menanggapi hal itu, Jabatan Fungsional Dinas Pemkab Siak, Iswanto, meminta agar jam operasional Pompanisasi di wilayah Bungaraya segera ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan Iswanto melalui pesan WhatsApp, Sabtu (29/08/2026) petang. Iswanto menjelaskan kondisi di lapangan saat ini memang sangat menantang. Air yang dipompa belum bisa sepenuhnya mengalir di permukaan.

“Musim kemarau air yang dipompakan ke saluran diserap tanah yang kering, setelah tanah jenuh baru air bisa tersimpan dan dialiri di permukaan,” ujarnya.

Menurutnya, upaya dari juru pompa sudah maksimal. Namun karena cuaca ekstrem dan kondisi tanah yang sangat kering, air dari pompa belum bisa bertahan lama di saluran.

“Upaya sudah maksimal oleh juru pompa, memang situasi kering ini air yang dari pompa belum bisa sepenuhnya bertahan di saluran Karena masih meresap dalam tanah yang kering,” tegasnya.

Iswanto juga meluruskan bahwa pengoperasian Pompanisasi di Bungaraya saat ini sepenuhnya berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai Sumatera III atau BWSS III.

“yang operasikan pompa memang pihak BWSS III, Bungaraya berada dalam kewenangannya. Sepenuhnya pengoperasian pada BWSS, dulu iya pernah kita operasikan, sekarang dikembalikan ke BWSS,” jelasnya.

Melihat kondisi mendesak di lapangan, Iswanto berharap kepada pihak BWSS III agar jam operasional pompa bisa dimaksimalkan dalam satu hari.

“Minta aja jam operasi pompa dimaksimalkan dalam satu hari, karena jalan satu-satunya hanya mengandalkan pompa,” pintanya.

Ia menegaskan, pihaknya hanya menyampaikan sebagai fungsional Dinas Kabupaten. Untuk teknis pengoperasian, wewenang sepenuhnya ada di BWSS III.

“Bahasanya berupa harapan ke petugas aja untuk memaksimalkan pompa tersebut. mereka sudah bekerja maksimal, memang cuaca sekarang ekstrim,” tutupnya.

Sementara itu Isran selaku Pengamat Air Daerah Irigasi Rawa (DIR) Siak Kiri BCD menjelaskan, selama ini pihaknya tidak pernah diajak berkordinasi dengan BAZNAS, ia juga menjelaskan, pompa sudah beroperasi setiap hari hingga malam.

“Kami tidak mau tau dengan siapapun, BAZNAS tak pernah berkordinasi dengan kami pihak BWS, pompa kami hidupkan tiap hari sampai malam. Kalau ada siapapun yang mau berteriak kekurangan air mengapa tidak berani mendatangi petugas BWSS, jangan hanya bekoar-koar aja,” kata Isran.

Isran juga mengakui bahwa pompa yang ada tidak bisa memenuhi kebutuhan air seluruh petani yang ada. Menurutnya, yang dikeluarkan dari mesin pompa tidak sebanding dengan kebutuhan petani.

“Yang dihasilkan dari pompa satu hari hanya 40 hektare, sementara yang membutuhkan air sebanyak 1800 hektare. Kita tidak tahu mana yang harus kami dulukan,” terangnya.

Lebih jauh Isran menjelaskan, kekeringan terjadi akibat tidak adanya hujan selama dua bulan. Selain itu, saluran suplesi (air baku) yang ada di Pesimsim sudah mulai kering. Sehingga semua perusahaan sudah menutup kanal saluran air dikarenakan untuk menjaga kelembaban gambut miliknya.

“Faktor lain karena sudah dua bulan tidak ada turun hujan. Dengan kondisi saat ini, saluran kanal Tasik Air Hitam dan suplesi sudah kering, sehingga tidak ada lagi air yang bisa dialirkan ke Bungaraya,” tutupnya.

Sebelumnya, petani binaan BAZNAS Siak, Jumadi Akhir atau Jon, mengeluhkan sawah di umur 12 HST mulai kekeringan. Ia berharap saluran sekunder 2 segera diisi air agar bisa dialirkan ke tersier dan masuk ke sawah.

Dengan adanya dorongan dari Pemkab Siak ini, diharapkan BWSS III segera menambah durasi pompa agar tanaman petani di Bungaraya tidak gagal tumbuh.

 

 

Laporan: Koko

 

 



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500