Bupati Siak Desak Perusahaan Ikut Perbaiki Jalan Rusak Minas–Perawang

Berita, Pekanbaru80 views

PEKANBARU, PUBLIKNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten Siak menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah Siak, Kamis (18/9/2025), di Balai Serindit, Pekanbaru.

Rakor ini membahas kerusakan jalan utama Minas–Perawang yang semakin parah akibat aktivitas kendaraan angkutan perusahaan.

Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menegaskan sikap tegas terhadap kendaraan perusahaan yang masih menggunakan angkutan Over Dimensi dan Over Load (ODOL) serta kendaraan non-plat BM. Ia menyebut, sekitar 80 persen kendaraan jasa penunjang industri di Perawang justru berasal dari luar Riau.

“Padahal jalan yang dipakai untuk operasional perusahaan berada di Riau, sementara pajak kendaraan tidak dibayarkan di sini. Kami minta perusahaan bertanggung jawab memperbaiki ruas jalan Minas–Perawang,” tegas Gubri.

Gubernur juga memberi tenggat waktu satu minggu kepada perusahaan untuk menentukan kontribusi perbaikan jalan.

“Semua kendaraan harus berplat BM, dan berapa kilometer bantuan yang sanggup diperbaiki harus jelas. Jika tidak bisa jawab hari ini, minggu depan wajib sudah ada keputusan,” katanya.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, mendukung penuh langkah Gubernur. Ia menegaskan, masyarakat Minas sudah terlalu lama menderita akibat kerusakan jalan tersebut.

“Jalan rusak ini sudah banyak memakan korban jiwa. Warga Minas sangat lelah menghadapi situasi ini,” ucap Afni, Bupati perempuan pertama di Siak.

Selain masalah jalan, Afni juga menyoroti lemahnya komitmen perusahaan dalam menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurutnya, kebutuhan dasar masyarakat belum banyak tersentuh.

“Saat ini warga Minas kesulitan air bersih. Kami minta Pertamina Hulu Rokan (PHR) membantu penyediaan air bersih dan memberi izin pinjam pakai Danau Telaga Batin Bungsu untuk dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH),” jelasnya.

Afni juga mengungkapkan, lahan pasar kecamatan yang masuk dalam area perusahaan membuat pembangunan sulit dilakukan. Selain itu, minimnya lapangan kerja bagi warga setempat masih menjadi keluhan utama.

“Kami ingin perusahaan lebih hadir untuk masyarakat. Bukan hanya memanfaatkan sumber daya, tapi juga ikut membangun Siak,” tegasnya.

 

Laporan : Sary 

Editor : Koko Haryadi 



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500