Petani Siak Dibekali Sekolah Lapang Iklim, Siap Hadapi Cuaca Ekstrem

Infotorial, Siak38 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Siak. Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, resmi membuka Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Provinsi Riau Tahun 2025 yang diselenggarakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Rabu (10/9/2025).

Kegiatan yang diikuti 60 peserta dari penyuluh pertanian dan kelompok tani se-Kabupaten Siak ini mengusung tema “Meningkatkan Ketangguhan Pertanian Padi melalui Optimalisasi Informasi Iklim di Kabupaten Siak.”

“Alhamdulillah acara ini resmi kita buka. Kami berharap seluruh peserta mampu memahami materi dan mengaplikasikannya di lapangan. Dengan begitu, pertanian di Siak bisa semakin tangguh meski menghadapi tantangan cuaca dan iklim,” ujar Wabup Syamsurizal.

Mewakili Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Siswanto, Koordinator Bidang Informasi Iklim Terapan, menegaskan kegiatan ini selaras dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan, energi, air, hingga ekonomi hijau dan biru.

“Kabupaten Siak punya potensi besar menjaga surplus produksi padi. Melalui kolaborasi BMKG, Dinas Pertanian, dan pemerintah daerah, SLI ini diharapkan menjadi penguat swasembada pangan sekaligus meningkatkan literasi iklim bagi petani,” jelasnya.

Siswanto menekankan, informasi iklim bukan sekadar edukasi, melainkan strategi penting untuk mendukung produktivitas pertanian. “Dengan pemahaman iklim, petani bisa mengantisipasi risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem, sekaligus menerapkan langkah mitigasi,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Stasiun Klimatologi Riau, Joko Yulianto Ariantono, menambahkan bahwa fokus utama SLI adalah membantu komunitas petani padi yang paling rentan terdampak perubahan iklim.

“Curah hujan yang tidak menentu kerap merugikan petani. Melalui SLI, mereka dibekali strategi mitigasi dan adaptasi agar produktivitas padi tetap terjaga,” ujarnya.

Materi pelatihan mencakup pemanfaatan data iklim BMKG untuk perencanaan tanam, strategi peningkatan produksi, hingga teknik hemat air pada sawah kering. Selain itu, SLI juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, BMKG, petani, dan sektor swasta.

Dengan bekal ilmu dari kegiatan ini, para petani diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi pada target swasembada pangan nasional.

 

Laporan : Sary 

Editor : Koko Haryadi 



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500