Terungkap, Mobil Dinas Bupati Siak Ternyata Sewa, Sudah 8 Bulan Menunggak dan Terancam Ditarik

Daerah, Siak370 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Fakta mengejutkan terungkap dalam konferensi pers yang digelar Bupati Siak, Dr. Afni Z, M.Si, bersama seluruh wartawan Kabupaten Siak di Kantor Bupati, Kamis (7/8/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Afni mengungkapkan bahwa mobil dinas yang selama ini ia gunakan ternyata merupakan mobil sewaan yang telah menunggak pembayaran selama delapan bulan.

Mobil dinas tersebut bukan satu-satunya. Menurut Afni, ada puluhan kendaraan operasional lain milik Pemkab Siak yang juga berstatus sewa dan mengalami tunggakan, dengan total utang mencapai Rp4 miliar.

“Saya baru mengetahui bahwa mobil dinas yang saya gunakan bukan milik pemerintah daerah, melainkan kendaraan sewaan. Bahkan, sudah menunggak pembayaran selama delapan bulan. Hal ini juga terjadi pada puluhan kendaraan lain,” ungkap Afni di hadapan awak media.

Sebelum pelaksanaan konferensi pers, pada pagi harinya, Bupati Afni juga telah melakukan pemeriksaan langsung terhadap seluruh kendaraan dinas yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Dari hasil inspeksi tersebut, ia menyatakan bahwa terdapat sekitar 100 unit mobil dinas yang sudah tidak layak guna dan tidak efisien lagi untuk operasional pemerintahan.

“Dari pengecekan langsung tadi pagi, ada kurang lebih 100 mobil dinas yang kondisinya sudah tidak layak digunakan. Ini juga menjadi perhatian serius karena menyangkut efisiensi dan keselamatan kerja,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Afni juga menyampaikan bahwa menurut pihak yang selama ini mengelola pengadaan dan pemanfaatan kendaraan dinas, skema sewa dipilih karena dianggap lebih efisien dibandingkan dengan pembelian unit secara langsung.

“Pihak yang menangani pengelolaan kendaraan menyampaikan bahwa menyewa mobil dinas dianggap lebih efisien ketimbang membeli. Tapi tentu ini perlu dievaluasi, terutama jika sampai terjadi tunggakan yang justru membebani keuangan daerah,” jelas Afni.

Dalam konferensi pers tersebut, Bupati juga memaparkan kondisi keuangan Kabupaten Siak yang saat ini dinilainya cukup memprihatinkan.

Salah satu langkah yang telah diambil pemerintah daerah adalah melakukan penghematan dengan memangkas berbagai kegiatan yang dianggap tidak prioritas.

“Beberapa kegiatan yang tidak perlu sudah kita tiadakan. Kita sedang fokus untuk efisiensi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.

Afni juga mengungkapkan bahwa per hari ini, saldo kas daerah tercatat hanya sebesar Rp7 miliar. Jumlah tersebut dinilai sangat terbatas untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional pemerintahan maupun pelayanan publik.

“Kondisi keuangan ini harus kita kelola dengan sangat hati-hati agar tidak berdampak pada layanan masyarakat. Transparansi dan efisiensi adalah prioritas kami ke depan,” kata Afni.

 

Laporan : Sary

Editor : Koko Haryadi i



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500