Bupati Afni: RPJMD Siak Jadi Arah Strategis Pembangunan Lima Tahun ke Depan

Berita, Siak35 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Siak menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029, yang dirangkai dengan pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Selasa (7/10/2025). Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Syamsurizal, Sekretaris Daerah Mahadar, unsur Forkopimda, DPRD Siak, dan sejumlah pejabat terkait.

Dalam arahannya, Bupati Afni menegaskan bahwa penyusunan RPJMD merupakan momen penting untuk menyiapkan arah pembangunan Kabupaten Siak lima tahun ke depan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.

“RPJMD bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi juga komitmen moral kami untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang adil, hijau, dan berkelanjutan,” ujar Bupati Afni.

Ia memaparkan tujuh isu strategis utama yang menjadi fokus penyusunan RPJMD 2025–2029.

Isu pertama, ketahanan dan resiliensi kebijakan Siak Hijau sebagai dasar pembangunan berwawasan lingkungan dan ekonomi berkelanjutan. Kedua, pengembangan infrastruktur ekonomi untuk meningkatkan daya saing daerah dan memperluas akses pelayanan publik.

Isu ketiga menyoroti pengembangan potensi wisata alam, wisata buatan, budaya Melayu, serta penguatan komunitas adat seperti Suku Sakai dan Akit.

“Bonus demografi juga menjadi isu penting. Kita memiliki peluang besar dari banyaknya usia produktif yang harus kita manfaatkan dengan memperkuat pendidikan, pelatihan, dan kesempatan kerja,” lanjutnya.

Selanjutnya, isu strategis kelima menyoroti posisi geografis Siak yang sangat potensial karena berada di jalur strategis Selat Malaka dan kawasan pertumbuhan IMT-GT. Pengembangan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) dan konektivitas transportasi menjadi faktor pendukung utama.

Selain itu, dua isu lainnya yang dinilai penting adalah penguatan komoditas pangan unggulan serta pengembangan energi baru terbarukan.

“Siak punya potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan seperti padi, jagung, ubi, sawit, karet, dan kelapa. Termasuk juga energi terbarukan seperti biomassa sawit, PLTS, dan carbon trading,” ungkapnya.

Afni juga menjelaskan bahwa penyusunan RPJMD 2025–2029 diselaraskan dengan RPJMN dan RPJMD Provinsi Riau agar sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional dan provinsi.

Ia mencontohkan salah satu kebijakan nasional yang turut memengaruhi perencanaan daerah, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Dengan program MBG ini, kita berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan agar tidak menimbulkan inflasi di daerah,” katanya.

Dalam dokumen RPJMD tersebut, Pemkab Siak telah menetapkan 31 Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai ukuran keberhasilan pembangunan.

“Target utama kita antara lain Indeks Ekonomi Hijau 58,81 persen, Indeks Ketahanan Pangan 82,24 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 79,12 persen pada tahun 2029,” tutup Bupati Afni.

Musyawarah ini juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri RI dan Bappeda Provinsi Riau, serta dihadiri Ketua DPRD Siak, unsur Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.

 

Laporan : Sary 

Editor : Koko Haryadi 



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500