SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Masih dikerjakan saja, jalan yang menelan anggaran Belasan miliar di Kampung Teluk Batil dan Kampung Kayu Ara Permai-Tanjung Kuras sudah mengalami kerusakan. Bagaimana kalau sudah digunakan, bisa saja tidak bertahan lama. Hal ini terungkap saat melintas di jalan itu. Karena secara kasat mata memang rusak. Sehingga, hal itu menjadi buah bibir di masyarakat.
Terlihat di lokasi, sejumlah warga dan anggota DPRD Siak Dapil Satu dari Fraksi Demokrat Syamsurizal. Selain itu, tampak juga pekerja sedang beradu argumen terkait jalan yang mereka kerjakan.
Pada papan plang kegiatan tertulis, nama kegiatan penyelenggaraan jalan kabupaten/kota, sub kegiatan rekontruksi jalan, pekerjaan peningkatan jalan kampung Teluk Batil dan Kampung Kayu Ara Permai-Tanjung Kuras.
Nomor kontrak 620/DPU-TARUKIM/KPA-BM/KONTRAK-PK/23/2023, tanggal kontrak 16 Februari 2023, nilai kontrak Rp 11. 278. 390. 748,45 (Sebelas Miliar Dua Ratus Tujuh Puluh Delapan Juta Tiga Ratus Sembilan Puluh Ribu Tujuh Ratus Empat Puluh Delapan Rupiah dan Empat Puluh Lima Sen), waktu pelaksanaan 240 hari kalender, pelaksana PT. Kharisma Fajar- PT. Hasrat Tata Jaya (KSO), konsultan pengawas PT. Raissa Gemilang dan tahun anggaran 2023.
Kepada wartawan anggota DPRD Siak Dapil Satu Syamsurizal mengatakan, kedatangan dirinya ke lokasi atas dasar desakan warga. Menurutnya, pada pekerjaan tersebut ada bagian base yang sudah turun sebelum dilakukan pengaspalan.
“Pekerjaan itu masih berjalan, kalau dilihat di lokasi memang ada base yang turun. Mungkin faktor tanah atau kualitasnya saya kurang faham. Kebetulan belum diaspal dan warga mendesak saya untuk meninjau langsung ke lapangan,” kata Syamsurizal saat dikonfirmasi Publiknews.com, Selasa (29/8/2023) sore.
Syamsurizal juga menegaskan, untuk mendapatkan pembangunan itu melalui proses yang panjang dan sulit. Ia juga berharap, dinas terkait agar meningkatkan pengawasannya.
“Dapatnya kan susah tuh, saya selaku wakil rakyat meminta dinas PU agar meningkatkan pengawasan. Kalau tidak sesuai tolong ditegur kontraktornya, jangan nanti masyarakat juga yang dirugikan,” tegasnya.
Dilain pihak, Kepala Dinas PU Tarukim Siak Irving Kahar melalui Kepala Bidang Bina Marga Arif Aditya mengatakan, terkait masalah itu pihaknya sudah memberikan teguran kepada kontraktornya.
“Aku sudah perintahkan kontraktor untuk diperbaiki, aku lagi dalam perjalanan ke Pekanbaru,” kata Kabid.
Sementara itu, Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dedy Novdiansyah mengakui, bahwa pada kegiatan itu ada titik yang goyang saat diaspal.
“Di sana ada satu titik yang goyang saat mau diaspal, sedang dievaluasi apa penyebabnya, karna saat pelaksanaan base nggak ada masalah,” kata Dedi singkat.
Laporan: Koko
Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News
Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500






