oleh

Potret Kampung Terisolir di Siak, Jarak Tempuh Belasan Jam

-Siak-2.086 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Miris, ternyata masih ada sebuah kampung atau desa bernama Teluk Lanus yang berada di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau yang terisolir terdepan dan terluar.

Untuk menuju ke kampung tersebut, perlu waktu 8 hingga 11 jam menggunakan kapal pompong. Hal itu disebabkan Kampung Teluk Lanus berada di bagian paling barat Kabupaten Siak tidak memiliki akses darat. Pernah coba ditembus melalui Tanjung Pal, namun hingga saat ini belum ada kabar kelanjutannya.

Jika cuaca tak mendukung, perjalanan menjadi lebih lambat akibat angin dan ombak. Dan itu akan membawa kekhawatiran terutama terkait keselamatan.

Baca Juga :  Longsor Lagi di Lima Puluh, Jalan Sumbar ÔÇô Riau Putus

Selain pompong, transportasi laut menuju ke kampung itu bisa menggunakan speedboat. Dengan speedboat dapat menghemat waktu dari 8 sampai 11 jam bisa menjadi 2 hingga 3 jam perjalanan. Namun, biaya yang diperlukan menjadi lebih besar. Biaya carter speedboat berkapasitas enam orang itu bisa mencapai Rp2,5 juta untuk sekali jalan.

Pantauan Publiknews.com, dari Pelabuhan Teluk Lanus, sekitar 150 meter baru terlihat perumahan penduduk. Mulai dari sekolah, kantor penghulu dan tempat-tempat ibadah.

Terlihat di sana, rumah-rumah milik warga masih menggunakan papan, hanya satu rumah warga yang sudah menggunakan batu. Penampakan itu menambah gambaran suasana kampung yang terisolir. Bahkan, rumah kepala kampung di sana masih berdinding papan.

Baca Juga :  Usai Dilantik Penghulu Definitif Kampung Merangkai, Nur Rokhman Hakim: Program Masih Mengikuti Panduan yang Lama

“Dari tiga dusun di Teluk Lanus ini, cuma satu rumah yang terbuat dari batu. Ya beginilah kondisi kampung kami yang masih butuh perhatian khusus,” terang Irwan Syahroni Penghulu Kampung Teluk Lanus, Ahad (9/2/2020) sembari menuntun awak media ke rumahnya untuk beristirahat.

Saat istirahat di rumah penghulu kampung tersebut, Syahroni banyak bercerita tentang kondisi pelayanan kesehatan di sana. Cerita mengharukan keluar dari tuturnya, di kampung itu hanya memiliki satu Polindes dan satu Puskesmas Pembantu (Pustu). Jika ada warga yang sakit parah, Pustu hanya bisa melayani sebatas fasilitas yang tersedia. Untuk penanganan lebih lanjut harus dirujuk ke RSUD Siak.

Baca Juga :  PT BKM Tak Komitmen, Bendungan Terpaksa Dijebol dengan Cara Manual Oleh Petani

“Kasihannya kalau ada yang sakit parah dan harus dirujuk ke RSUD Siak, kan jaraknya jauh, bisa jadi semakin parah saat di perjalanan,” paparnya.




Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 ÔÇô 600 kata dan dikirim ke: [email protected] atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar