oleh

Tampik Kabar Miring Soal Penimbunan Proyek Sistem Gotong Royong, Ini Penjelasan Ketua TPK

-Siak-1.301 views

SIAK, (Publiknews.com) – Beredarnya kabar adanya kegiatan penimbunan proyek pembangunan MDA di dusun Jatimulya, Kampung Jatibaru, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau senilai Rp 183.817.500,00 dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 yang dikerjakan secara gotong royong, dibantah oleh ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Jumadi. Ia dengan tegas mengatakan, bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Kabar itu tidak benar, siapa yang bilang. Yang ada itu, masyarakat RT 01 minta kerjaan nimbun, ya namanya minta kerja ya kita kasih lah, kan dapat bayaran,” jelas ketua TPK Jumadi yang juga menjabat sebagi Kepala Dusun Jatimulya itu pada Sabtu, (06/7/2019) malam.

Jumadi juga memaparkan, untuk kegiatan itu dananya belum cair seluruhnya. Ia juga mengaku, meski anggaran yang baru dicairkan hanya untuk belanja material, namun ia sudah melaksanakan pekerjaan tersebut.

Baca Juga :  Gagal Dilantik Jadi Penghulu Benhul, Sadam: Saya Korban Politik

“Kalau tak salah, kata bendahara anggaran yang dicairkan baru sekitar Rp 30 juta itu untuk belanja material saja. Karena, masyarakat sering bertanya kepada saya kapan dimulai pembangunannya, maka saya minta agar didahulukan pekerjaan MDA ini,” paparnya.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) 01 Suprapto. Bahwa masyarakat yang ikut kerja tersebut bukan gotong royong. Melainkan ngambil bagian pekerjaan sistem borongan nimbun. Dengan harapan, agar RT terebut memiliki simpanan Kas.

“Itu bukan gotong royong loh, kami kerja dan dibayar. Untuk borongan nimbun itu yang kita libatkan tidak semua masyarakat, khususnya yang muda-muda saja. Dengan tujuan, supaya RT ini punya kas yang akan kita pakai untuk bangun Musola nantinya,” kata Suprapto yang juga sebagai anggota TPK pembangunan tersebut.

Baca Juga :  Potret Kampung Terisolir di Siak, Jarak Tempuh Belasan Jam

Suprapto juga menjelaskan, untuk borongan penimbunan itu mereka mendapatkan upah sebesar dua juta rupiah.

“Borongan itu upahnya Rp 2 juta bersih, dan saat ini sudah disimpan sebagai kas RT,” tambahnya.

Lanjut Suprapto mengatakan, bahwa waktu pembangunan Musola itu belum bisa ditentukan.

“Kalau waktu kapan dibangunnya Musola di RT ini belum kita tentukan. Pengennya sih secepatnya, makanya hasil dari borongan nimbun itu untuk persiapan Pondasi nantinya,” tambahnya.


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu
Baca Juga :  9 Bulan Kabur dari Madura, Pelaku Pencabulan Dibekuk di Koto Gasib Siak



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar