oleh

Gambaran Kisah Para Relawan Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut

KALIMANTAN, (Publiknews.com) – Kebakaran hutan dan lahan gambut (Karhutla) yang terjadi disejumlah wilayah Indonesia, menjadi perhatian bagi sejumlah pihak. Pasalnya kejadian yang mengakibatkan tertutupnya langit di sejumlah wilayah dengan kabut asap tersebut mengakibatkan berbagai kerugian baik untuk manusia dan ekosistem alam.

Pemadaman dan penanganan Karhutla, hingga saat ini masih terus dilakukan disejumlah titik lahan gambut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Pemadaman yang terus dilakukan tak hanya melibatkan pihak pemerintah terkait kebencanaan, namun juga sejumlah organisasi peduli kemanusiaan dan organisasi lingkungan turut andil dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan gambut.

Seperti enam orang volunteer yang mengatasnamakan ‘Sekolah Relawan’. Dengan dasar rasa kemanusiaan, dan kepeduliannya terhadap bencana Karhutla, enam relawan berangkat dari Depok, Jawa Barat untuk membantu memadamkan api yang menjalar di lahan gambut, dan mendinginkan lahan gambut agar api tak muncul kembali.

Baca Juga :  Ditandu, Pendaki yang Terperosok ke Kawah Candradimuka Lawu Berhasil Dievakuasi

Yogi, salah satu relawan asal Depok menyatakan bahwa dasar keinginannya untuk ikut menjadi relawan didalam satuan tugas pemadaman Karhutla, dikarenakan adanya kebakaran hutan dan lahan gambut yang berdampak bagi masyarakat Kalimantan, juga merupakan dampak bagi dirinya yang berada di Pulau Jawa.

“Karena kita inikan sama aja saudara ya, jadi kita juga merasakan apa yang masyarakat Kalimantan rasakan. Makanya kita tergerak untuk mencoba membantu mereka dengan apa yang kita bisa,” ujar Yogi kepada RRI sambil memadamkan api dan mendinginkan lahan gambut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah Sabtu, (21/9/2019).

Baca Juga :  Presiden Jokowi Sebut Karhutla Karena Gubernur Dan Perangkatnya Kurang Inisiatif

Dengan datang ke Kalimantan Tengah dan menyewakan tempat bermalam di kawasan Bangas Permai, Yogi mengungkapkan bahwa misinya tak hanya untuk membantu pemadaman dan pendinginan lahan gambut yang terbakar. Yogi mengatakan bahwa tempat yang disewanya sebagai tempat beristirahat (basecamp) namun tempat tersebut jelas Yogi, juga sebagai tempat sosialisasi bagi masyarakat, untuk menggunakan berbagai macam peralatan rumah tangga dalam menangani kabut asap yang datang kerumah-rumah penduduk.

“Kami sewa tempat di Bangas Permai, selain untuk istirahat (basecamp) yang kami beri nama ‘Rumah Aman Asap’. Disitu juga masyarakat bisa meniru atau menduplikasi cara dan teknis untuk rumah aman asap, cara dan teknis kita lebih mudah dan terjangkau pembuatannya. Seperti filterasi udara pake kain planel, dna juga kipas angin (blower) yang bisa keluar air gitu, kita juga sediain oksigen sama masker,” lanjutnya lagi.


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu
Baca Juga :  Kaget Dapat 5 Mobil Dinas, Gubri Syamsuar Hanya akan Pakai 3 Mobil



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar