Kebutuhan Air Cukup, Petani Padi di Siak Sudah Mulai Tanam

Nasional, Siak548 views

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Beberapa pekan lalu, sawah di Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau dilanda kekeringan. Petani sangat sulit mendapatkan air untuk mengairi sawahnya. Dari mulai saluran Primer, Sekunder dan Tersier yang biasa menampung air semuanya kering.

Meski di kecamatan lumbung padi itu ada Pompanisasi, namun untuk mencukupi kebutuhan petani akan air tidak maksimal. Pompanisasi pertama dibangun pada tahun 2017 dari APBN sekitar Rp 55 miliar. Sedangkan pada tahun 2020 dibangun kembali satu pompa selama tiga tahap. Untuk tahap satu menelan biaya sekitar Rp 23 miliar, tahap dua tahun 2021 sekitar Rp 33 miliar dan tahun 2022 sekitar Rp 14 miliar dari anggaran yang sama yaitu APBN.

Namun sangat disayangkan, jika pembangunan yang menelan anggaran ratusan miliar itu belum maksimal dalam mengatasi kekeringan pada musim kemarau di Kecamatan Bungaraya.

“Akhir Juli hingga pertengahan Agustus petani di Kecamatan Bungaraya sulit akan air. Semua parit kering, sementara kami harus tetap nanam padi. Meski ada pompanisasi tapi tidak bisa beroperasi secara maksimal,” kata Ketua Gapoktan Mulia Tani Kampung Jayapura, Kecamatan Bungaraya Rusnata kepada Publiknews.com, Selasa (22/8/2023) petang.

Rusnata juga mengatakan, jika tidak ada hujan yang mengguyur wilayah kecamatan lumbung padi itu, jadwal tanam pada musim ini bisa molor dan dapat berpengaruh besar pada masa panen.

“Alkhamdulillah, sebelum 17 Agustus hujan sudah mulai turun selama tiga hari, kalau tidak dibantu hujan, bisa dipastikan ada perubahan jadwal tanam. Kalau musim tanam terjadi kemunduran, tentu berpengaruh kepada musim panennya,” tambahnya.

Senada juga disampaikan, Koordinator Penyuluh (Korluh) pertanian Kecamatan Bungaraya Nining Andiyani, SP. Dikatakannya, berkah adanya hujan beberapa hari lalu, seluruh petani di Bungaray sudah mulai tanam padi.

“Alkhamdulillah aman terkendali, sebab hujan telah turun di minggu ke II Agustus, dan intesintasnya cukup rapat/sering. Sehingga di saluran air baik Primer, Sekunder dan Tersier telah terisi penuh dan bisa mengaliri ke petakan sawah petani se-Kecamatan Bungaraya yang sasaran tanam Luasnya 2050 Hektare,” kata Korluh yang akrab disapa Adon itu.

Nining menambahkan, sebelum adanya hujan, ia selalu menyampaikan aspirasi yang dikeluhkan petani. Menurutnya, saat itu sangat menguras tenaga demi menyelamatkan nasib para petani padi yang sudah menyemai bibit.

“Saya selalu berkoordinasi dengan dinas Pertanian dan PU agar masalah kekeringan di Bungaraya teratasi. Namun, pompanisasi yang ada tidak mampu mencukupi kebutuhan air dan pada waktu itu sangat menguras tenaga. Pasalnya, banyak petani yang sudah mulai nyemai bibit dan mau nanam tidak ada air,” lanjutnya.

Nining juga menjelaskan, untuk saat ini, hampir seluruh petani yang ada di Kecamatan Bungaraya sudah mulai tanam padi kembali.

“Kondisi saat ini sebagian besar petani sudah selesai tanam padi. Namun, masih ada dan juga yang baru mulai tanam seperti Kampung Bungaraya dan Jayapura,” paparnya.

Nining juga berharap, dengan adanya pompanisasi yang ada di Bungaraya itu bisa menjadi solusi bagi petani di saat kemarau.

“Harapan saya, semoga pompanisasi yang ada saat ini bisa memenuhi kebutuhan air bagi petani disaat kemarau,” tutupnya.

 

Laporan: Koko

 

 



Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News


Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500