oleh

Tanpa Kartu Vaksin, Bepergian Keluar Kota Dipersulit, Masyarakat Meranti Mengeluh

MERANTI, PUBLIKNEWS.COM – Setiap warga Kepulauan Meranti, Riau yang hendak keluar kota harus bisa menunjukkan bukti sudah Vaksin kepada satgas Covid-19. Tentunya, pemberlakuan itu memberatkan masyarakat. Sementara, keberadaan Vaksin sendiri langka.

Konyolnya, ketika masyarakat hendak divaksin harus mengantri hingga kehabisan. Hanya sebagian orang yang mendapatkan antrian tersebut.

“Kita mau berangkat dipersulit vaksinasi lah, harus pergi rapit antigen lah, vaksinasi pertama tidak ada, terus datang pulak yang kedua, badan saya gemuk ngecek darah gak bisa disuruh vaksin tidak di kasih, terkadang bingung kami sebagai masyarakat dengan pelayanan seperti ini,” kata Lisya warga Meranti Kepada Publiknews.com, Sabtu (28/8/2021).

Lisya mengatakan, saat ia ingin pergi ke Batam Kepulauan Riau dan ke Pekanbaru, harus menjalani pemeriksaan di pelabuhan Tanjung Harapan oleh pertugas penanganan Covid -19.

“Mereka bilang belum vaksin dan belum rapid antigen tidak boleh berangkat, lantas kami kerja di luar kota Kepulauan Meranti bisa apa. Apa harus menunggu covid berakhir baru bisa berangkat. Mau rapit antigen mahal di RSUD Meranti. Keadaan pandemi seperti ini, bukan memperudah masyarakat malah mempersulit. Jangan sampai vaksin hanya sebagian oknum tertentu yang bisa mendapatkan,” tegas Lisya.

Baca Juga :  Gadis 17 Tahun Dicabuli Ayah, Kakak dan Sepupu

Sementara itu, Ketua forum komunikasi Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) Kepulauan Meranti berharap, agar masyarakat tidak dipersulit dan tidak terkesan dipaksakan.

“Harus ada solusi yang baik dari instansi terkait, jangan menambah beban masyarakat yang ingin bepergian. Kebijakan wajib vaksin menjadi PR besar bagi Pemerintah Daerah,” kata Ucok Alexsander.

Ucok juga mengatakan, saat ini pemerintah daerah belum mampu menyediakan vaksin untuk seluruh masyarakat di Kabupaten Meranti. Sedangkan masyarakat Meranti mayoritas cari nafkah di luar daerah.

“Sementara jika masyarakat ingin bepergian ke luar kota diwajibkan untuk vaksin, nah ini yang banyak dikeluhan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  THR PNS Cair Hari Ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Kucurkan Dana Rp 19 T

Ia berharap, setidaknya ada pengecualian dari pemerintah daerah melalui Satgas Covid-19 untuk memberikan rekomendasi bagi masyarakat yang belum divaksin agar mereka bisa bepergian, baik untuk kegiatan usaha mereka maupun ingin kembali ke kampung halamannya.

“PCR tetap diwajibkan, sehingga menurut kami, tidak akan menyulitkan masyarakat. Beda halnya jikalau pemerintah kita sudah menyediakan seluruh vaksin bagi masyarakat dan sejauh ini masih terlalu banyak kebutuhan vaksin yang harus dipenuhi namun belum mampu disediakan,” jelas Ucok.

Sebelumnya, Upaya Satuan tugas Covid-19 Kepulauan Meranti mulai
mewajibkan sertifikat vaksinasi Covid-19 sebagai syarat pelaku perjalanan keluar dan masuk daerah. Pemberlakuan ini dimulai Rabu (14/7/2021) yang telah lalu terkesan berjalan efektif.

Baca Juga :  Presiden Lihat Kesiapan Penyemaian Garam di Langit Riau

Kebijakan tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Satgas Covid-19, semasa AKBP Eko Wimpiyanto SIK bersama beberapa pihak lainnya, Selasa (13/7/2021) malam.

Kesepakatan tersebut berdasarkan Surat edaran Gubernur Riau Nomor 129/SE/2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dan internasional dengan menggunakan moda transportasi umum dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Provinsi Riau. Salah satu poinnya adalah melengkapi diri dengan kartu dan atau sertifikat vaksin Covid-19 minimal dosis pertama.

Berdasarkan surat tersebut, setiap calon penumpang kapal domestik keluar dan memasuki wilayah Kepulauan Meranti tujuan perjalanan antar kabupaten dan kota dalam provinsi akan diperketat dengan pemeriksaan wajib menunjukkan sertifikat vaksinasi.



Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500

Komentar