oleh

Pecah Telor, Tenaga Medis Puskesmas Bungaraya Positif Covid-19

SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Pecah telor bagi Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau. Pasalnya, selama ini di kecamatan lumbung padi itu nihil pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kasus ini merupakan pertama kalinya masuk dalam daftar pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kali ini, satu orang tenaga medis bagian Laboratorium Puskesmas Bungaraya SA wanita (37) bersama anaknya FK laki-laki (10) warga Kampung Bungaraya, harus dilarikan ke Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian Kabupaten Siak untuk mendapatkan perawatan intensif.

Hal itu dibenarkan Kepala Puskesmas Kecamatan Bungaraya Imelda, ia mengatakan hari ini ada salah satu tenaga Medis bersama anaknya dinyatakan positif Covid.

Baca Juga :  Makanan asal China Bisa Terpapar Virus Corona, Apa Saja?

“Iya, SA merupakan tenaga Medis di Puskesmas ini, dia bagian Laboratorium dan bersama anaknya FK terkonfirmasi positif Covid, tadi sudah dibawa ke RSUD Siak untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” kata Imelda saat dikonfirmasi Publiknews.com melalui saluran telepon genggamnya, Kamis (17/9/2020) siang.

Imelda juga menceritakan kronologis tenaga Medis yang terkonfirmasi positif Covid. Dikatakan Imelda, beberapa minggu lalu anaknya menjadi korban tabrak lari dan dirawat di RS Pekanbaru. Imelda juga menegaskan, sebelumnya SA tidak pernah keluar kemana-mana.

“SA tak pernah keluar jauh selama pandemi, karena musibah itulah dia harus ke Pekanbaru beberapa minggu lalu,” jelasnya.

Baca Juga :  Terkait Virus Corona, Ratusan Turis China Dipulangkan dari Batam

Sementara itu, selaku Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Bungaraya Amin Soimin mengaku, kasus ini merupakan pertama kalinya terjadi di Bungaraya.

“Ini merupakan kasus pertama kali terjadi di Bungaraya, padahal kami sudah berusaha semaksimal mungkin agar Bungaraya tetap berada di zona hijau. Akhirnya, hari ini ada dua warga yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Amin Soimin.

Amin Soimin menegaskan, agar masyarakat yang merasa ada kontak erat dengan pasien melakukan isolasi mandiri.

“Saya berharap kesadaran masyarakat sendiri. Mana yang merasa pernah ada kontak erat dengan pasien, wajib melakukan isolasi mandiri di rumah,” tegasnya.

Baca Juga :  Bantah Tudingan di Akun Facebook Warga Siak, Irham Temas : Semua Sudah Sesuai Speck Yang Ada

Lebih lanjut Amin mengatakan, dengan adanya kasus itu, pihaknya berkordinasi dengan tim gugus tugas kampung agar secepatnya melakukan pendataan warga yang pernah kontak erat dengan pasien.




Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar