oleh

Terlibat Kasus Perzinahan, Dua DPO Dibekuk Tim Tabur Kejari Surabaya

JAWA TIMUR, PUBLIKNEWS.COM – Tim tangkap buron (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya berhasil meringkus dua terpidana dalam kasus perzinahan. Mereka yaitu Gleno Febri Harahap dan Devi Aprilianto.

Kepala Kejaksaan Negri Surabaya Danang Suryo Wibowo menjelaskan, kedua terpidana ditangkap pada Kamis 28 Juli 2022 sekira pukul 12.00.

“Kami mengamankan dua terpidana di ruas Jalan Raya Taddan Kabupaten Sampang (depan Makodim 0828 Sampang),” tutur Kajari Surabaya dalam siaran persnya, Kamis (28/7).

Menurut Danang, kedua terpidana yang sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejari Surabaya setahun terakhir itu berhasil diamankan berkat bantuan dan koordinasi dengan Kejari Sampang dan Kejari Sumenep.

Baca Juga :  Diduga Korupsi Dana Desa dan BumDes, Mantan Kades di Meranti Rugikan Negara Rp347 Juta Lebih

“Awalnya tim mendeteksi keberadaan kedua terpidana di wilayah Kabupaten Sumenep. Tim lalu berangkat menuju lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian keduanya,” kata Kajari.

Namun, sambung Danang, di tengah jalan tim memperoleh informasi baru bahwa kedua terpidana bergerak menuju Kota Surabaya.

“Tim Tabur akhirnya dapat menangkap di tengah jalan saat keduanya mengendarai mobil di wilayah Kabupaten Sampang,” imbuhnya.

Lebih lanjut Danang menjelaskan kedua terpidana dibawa ke kantor Kejari Sampang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Pada sore harinya keduanya dibawa ke Rutan Kelas IIB Sampang untuk menjalani pidana penjara,” ucapnya.

Baca Juga :  Penista Agama di Kandis Siak, Divonis Hakim 3,5 Tahun Penjara

Sementara terkait perkara yang menjerat kedua terpidana, Danang mengungkapkan bahwa pada Minggu (22/9/2019) sekira 02.00, bertempat di penginapan Jalan Bangka, Surabaya, telah menginap dan melakukan hubungan badan.

“Selanjutnya istri sah terpidana Gleno Febri Maharano yaitu Hermin Dwi Sriyani bersama petugas Polsek Gubeng melakukan penggerebekan di lokasi tersebut sehingga kedua terpidana dibawa ke Polsek Gubeng untuk dilakukan proses hukum,” ulas dia.

Berdasarkan keputusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya, kedua terpidana telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perzinahan sebagaimana diatur dalam pasal 284 ayat (1) ke-2 huruf b KUHP dan dijatuhkan pidana penjara selama 5 (lima) bulan.

Baca Juga :  Hasil Operasi Antik, Polres Kepulauan Meranti Tangkap 18 Tersangka Narkoba

“Terpidana Gleno Febri Maharano berdasarkan putusan PT Surabaya No. 28/PID/2021/PT.SBY tanggal 17 Februari 2021. Sementara terpidana Devi Aprilianita berdasarkan putusan PT Surabaya No. 27/PID/2021/PT.SBY tanggal 17 Februari 2022,” tandasnya

Laporan: Redho
Editor: Koko Haryadi



Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500

Komentar