oleh

Kejari Meranti Geledah Kantor Dinkes, Sejumlah Barang Bukti Diamankan

MERANTI, PUBLIKNEWS.COM – Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Kesehatan. Saat itu, Jaksa mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat Rapid Diagnostic dengan jumlah hampir mencapai 2 ribu pcs.

Upaya ini dilakukan dalam rangka pengusutan dugaanĀ korupsiĀ pungutan biaya Rapid Diagnostic Test pada
Diskes Kabupaten KepulauanĀ MerantiĀ tahun 2021. Dimana saat ini perkara tersebut telah masuk dalam tahap penyidikan.

“Pada hari Kamis (13/1) telah dilakukan tindakan penggeledahan pada Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten KepulauanĀ MerantiĀ dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi Pungutan Biaya Rapid Diagnostic Test pada Dinas Kesehatan Kabupaten KepulauanĀ MerantiĀ tahun 2021,” ujar Kajari MerantiĀ Waluyo melalui Kepala Seksi Intelijen Hamiko, Kamis sore.

Dikatakan Hamiko, kegiatan itu dipimpin oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Sri Mulyani Anom dengan menyertakan sejumlah penyidik dan Tim IntelijenĀ KejariĀ Meranti. Pada penggeledahan itu, lanjut dia, Jaksa telah menyita dan mengamankan sejumlah alat Rapid Diagnostic.

Baca Juga :  Hendrisan Mengaku Diperiksa Kejati Riau 2 Jam

“Penyidik mengamankan alat Rapid Diagnostic Test merek Whole Power sebanyak 560 pcs dan alat Rapid Diagnostic Test merek Promeds Diagnostic sebanyak 1.120 pcs,” sebut Jaksa yang akrab disapa Miko itu.

Penyidik, kata Miko, meyakini barang-barang itu diduga ada kaitannya dengan perkara yang sedang ditangani tersebut. Selanjutnya, penyidik membuat berita acara penyitaan dengan disaksikan 2 orang saksi dari pihak DinkesĀ Meranti.

“Bahwa penggeledahan dilakukan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana guna menemukan fakta hukum tindak pidanaĀ korupsiĀ pungutan biaya Rapid Diagnostic Test pada
Dinas Kesehatan Kabupaten KepulauanĀ MerantiĀ Tahun 2021,” pungkas pria yang pernah bertugas diĀ KejariĀ Pekanbaru itu.

Penyidik sendiri diketahui telah mengantongi identitas tersangka utama dugaanĀ korupsiĀ tersebut. Untuk tersangka tersebut akan diumumkan setelah penyidik memegang hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan InspektoratĀ Meranti.

Baca Juga :  Musnahkan 3 Kg Sabu, Kapolres Meranti: Dapat Selamatkan 15 Ribu Jiwa

Diketahui, objek perkara yang tengah diusutĀ KejariĀ MerantiĀ itu dipastikan berbeda dengan yang ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Riau yang telah menetapkan Kepala DiskesĀ MerantiĀ Misri Hasanto sebagai tersangka. Yakni, terkait pelaksanaan rapid tes yang dilakukan oleh DinkesĀ Meranti. Jaksa menduga, pelaksanaan dan biaya tidak sesuai dengan ketentuan berlaku.

Terhadap dugaan kebocoran atau kerugian negara yang ditimbulkan, yaitu pendapatan atau hasil dari pelaksanaan tersebut tidak jelas karena tidak masuk ke kas daerah. Selain itu, terhadap landasan tarif yang ditetapkan oleh pelaksana dalam hal ini KadiskesĀ Meranti, juga masih didalami. Mengingat Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 91 Tahun 2020 tentang Tarif Pelayanan Rapid Test yang dijadikan landasan dan dasar, disinyalir palsu.

Kasi Pidana Khusus Sri Mulyani Anom, SH saat di Komfrimasi menyampaikan bahwa benar semalam dirinya bersama Kasi Intel Hamiko, SH mengeledah Kantor Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  BNNP Sultra Lenyapkan Sabu Milik Penjual Ikan

” Yang jelas untuk Keperluan Penyidikan, perkara yang tengah diusutĀ KejariĀ MerantiĀ itu dipastikan berbeda dengan yang ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Riau yang telah menetapkan Kepala DiskesĀ MerantiĀ Misri Hasanto sebagai tersangka,” kata Kasi Pidsus Kejari Meranti Sri Mulyani Anom.

Kadiskes Meranti Muhammad Fahri menyampaikan bahwa saat ini dirinya, berada di luar kota Selatpanjang untuk urusan Dinas Luar (DL), dan dirinya membenarkan bahwa ada tim dari Kejaksaan Negeri Meranti mengeledah Kantornya.

” Benar semalam ada tim Kejaksaan Negeri Meranti mengeledah kantor Dinas Kesehatan terkait kasus apa saya belum mengetahui apa yang menjadi sasaran oleh tim Kejari Kepulauan Meranti,” kata Muhamad Fahri.



Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500

Komentar