oleh

Satres Narkoba Polres Meranti, Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Selat Panjang

MERANTI, PUBLIKNEWS.COM – Bisnis terlarang seorang pengedar narkotika jenis sabu sabu berinisial TR alias T (31) berakhir di tangan petugas dari Satuan Reserse Narkoba Polres Kepulauan Meranti. Dia ditangkap di rumahnya Jalan Nusa Indah, Selat Panjang Selatan, Rabu (31/3/2021) malam.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk mengatakan, tersangka berhasil ditangkap sekitar pukul 22.05 WIB, setelah polisi melakukan pengintaian.

Pada saat dilakukan penggeledahan oleh aparat, tersangka sempat berkelit dan tidak mengakui perbuatannya dengan membuang barang bukti sabu yang akan diedarkan tersebut.

Baca Juga :  Catur Sugeng Susanto, Resmi Dilantik Sebagai Bupati Kampar

Namun setelah dilakukan penyisiran di lokasi, barang bukti sabu seberat 0,44 gram berhasil ditemukan oleh petugas di bawah jendela kamar rumah. Tersangka pun tidak bisa mengelak perbuatannya.

“Saat ini terduga pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mako Polres Kepulauan Meranti guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Eko Wimpiyanto, Kamis (1/4/2021).

Kepada polisi, tersangka mengaku barang haram tersebut didapatnya dari seorang pria berinisial K (DPO) yang beralamat di Pekanbaru, untuk diedarkan dan dijual di seputaran Selat Panjang, Ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti.

Baca Juga :  Sabu Seberat 5,78 Kg Berhasil Diamankan di Bandara RHF Tanjungpinang

“Jadi peran tersangka adalah sebagai pengedar,” kata perwira menengah dengan pangkat dua melati di pundak itu.

Selajutnya, Eko mengingatkan masyarakat khususnya di Kepulauan Meranti untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba. Sebab, kata dia, selama ada permintaan maka para pelaku akan tetap memproduksinya.

“Perlu dukungan seluruh masyarakat agar kita bisa memberantas narkoba ini,” pungkasnya.

Laporan: THZ
Editor: Koko Haryadi




Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar