oleh

Kegiatan 2019 Kampung Tumang Masih Dikerjakan Hingga 2020, DPMK Siak Yurnalis: Sesuai Aturan Tidak Boleh

-Hukrim, Siak-32.700 views

SIAK, (Publiknews.com) – Terkait adanya sejumlah kegiatan anggaran tahun 2019 di Kampung Tumang, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau yang masih dikerjakan hingga tahun 2020, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Siak Yurnalis menegaskan, sesuai aturan yang berlaku tidak boleh dikerjakan. Menurutnya, kegiatan yang sudah melewati batas waktu itu harus disilfakan untuk tahun berikutnya.

“Sesuai aturan tidak bisa, kegiatan itu harus dimasukkan ke silfa tahun berikutnya,” kata Yurnalis menjawab Publiknews.com saat menghadiri acara syukuran program Tora di Kampung Koto Ringin, Senin (20/1/2020) siang.

Yurnalis juga mengatakan, jika hal itu masih juga dikerjakan, berarti masalah itu merupakan tanggung jawab Penghulu Kampungnya.

Baca Juga :  Kebakaran Terjadi di Tualang, Pabrik Kerupuk Ludes Dilalap Si Jago Merah

“Kalau masih juga dikerjakan pada awal tahun ini, itu tanggung jawab Penghulu, tanya aja langsung sama penghulunya,” tambah Yurnalis.

Seperti diberitakan sebelumnya, Proyek pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan MCK pasar tahun 2019 di Kampung Tumang, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau masih dikerjakan hingga saat ini.

Padahal, ini sudah masuk awal tahun anggaran 2020. Bukan itu saja, selain tidak selesai tepat waktu, kegitan itu diindikasi syarat korupsi. Pasalnya, pada kegiatan itu menelan biaya yang tak lazim dibandingkan dengan bangunan lainnya.

Sebelumnya, ada pembangunan gedung MDA dengan ukuran 6×12 hanya menghabiskan biaya Rp190 juta, namun pada bangunan PAUD dengan ukuran 6×8 menghabiskan biaya cukup fantastis, yaitu sebesar Rp120 juta lebih. Hal itu dijelaskan kepala tukang pembangunan PAUD Syahrial, menurutnya, ia merasa bingung kenapa biaya untuk pembangunan yang dikerjakannya itu sangat besar.

Baca Juga :  Meski Rambu Larangan Masuk Kota Terpampang Jelas, Tronton Ekspedisi ini Tetap Parkir di Perkotaan

“Ntah ya bang, padahal ini ukurannya cuma 6×8 kok biayanya Rp120 juta lebih. Sedangkan, bangunan MDA dua lokal yang di sebelah itu cuma Rp190-an,” kata Syahrial kapada Publiknews.com, Kamis (16/1/2020) petang.

Syahrial juga menyayangkan dengan keterlambatan itu. Ia berharap, ke depan pihak kampung bisa menyusun kegiatan agar tidak ada keterlambatan seperti saat ini.

“Kalau saya kan cuma pekerja mas, jadi enggak tahu masalah keterlambatan ini. Saya berharap, kalau bisa masalah kegiatan fisik seperti ini dikerjakan di awal atau pertengahan tahun biar selesai tepat waktu,” tambahnya.


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu
Baca Juga :  Dipanggil Hearing Soal HGU dan Pajak di DPRD Siak, PT DSI Mangkir



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar