oleh

4 Orang Perambah Hutan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Berhasil Ditangkap, 1 Diantaranya Mantan TNI

BENGKALIS (Publiknews.com) – Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Riau menangkap empat pelaku perambah hutan lindung Giam Siak Kecil di Kabupaten Bengkalis, Riau. Pelaku perusak hutan itu ditangkap dalam operasi jaga bumi 2018.

Kepala Balai Gakkum KLHK Seksi Wilayah II Sumatera, Eduward Hutapea menyampaikan, keempat pelaku ditangkap dengan barang bukti tiga unit alat berat eskavator, Kamis (6/12/2018).

“Pelaku yang kita amankan statusnya masih saksi. Mereka adalah S (50) sebagai penggerak, AH (32) operator eskavator, W (19) kernet alat berat dan M (41) tukang tanam sawit,” sebut Eduward dilansir Publiknews.com dari Kompas.com, Jumat (7/12/2018).

Para pelaku, kata dia, saat ini menjalani pemeriksaan penyidik Gakkum KLHK Riau. Sementara dua unit eskavator sudah dibawa ke Pekanbaru dan satu lagi masih dalam perjalanan.

Baca Juga :  KPK Jebloskan Bupati Bengkalis ke Penjara, Ini Kasus yang Menjerat Amril Mukminin

Pelaku S merupakan mantan TNI yang pernah ditangkap dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau tahun 2014 dan divonis 3,5 tahun penjara.
“Jadi S ini sekarang membuka lahan di Giam Siak Kecil. Dia yang menggerakkan tiga orang saksi untuk melakukan kegiatan (perambahan hutan lindung),” sebut Eduward.

Lebih lanjut, Eduward menjelaskan, empat pelaku tersebut ditangkap dalam operasi jaga bumi yang terdiri dari personel TNI, Polri dan Gakkum KLHK Riau sendiri. Jumlah petugas sebanyak 91 orang.

“Petugas dari Polda Riau, Brimob, Korem 031/Wira Bima, Denpom dan personel dari kita Gakkum,” sambung Eduward.

Baca Juga :  Ditahan KPK, Bupati Bengkalis Bilang Begini

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan hutan milik negara di Giam Siak Kecil telah dirambah. Saat ditangkap, empat pelaku berada di lokasi.

“Mereka sudah membuka lahan sekitar 200 hektar yang sebagian ditanam sawit. Baru ditanam bibit sawitnya, karena masih ada bibit yang kita temukan,” kata Eduward.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku, mereka akan membuka lahan dengan luas sekitar 3.000 hektar.

“Kalau pengakuan pelaku akan membuka lahan 3.000 hektar yang akan ditanami sawit. Hutan ini adalah milik negara yang musti kita jaga,” kata Eduward.

Baca Juga :  Mantan Penghulu Kerinci Kanan Siak Berinisial I, Ditahan Terkait Korupsi Dana Kampung

Kemudian, keempat saksi diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan mengevakuasi alat berat dari lahan tersebut.


Siapakah Yang Layak Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Siak 2020 - 2025?
  • *) Pilih Salah Satu



Redaksi Publik News menerima kiriman opini & jurnalisme warga. Panjang kiriman 500 – 600 kata dan dikirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500


LOWONGAN KERJA WARTAWAN PUBLIKNEWS

Komentar