SIAK, PUBLIKNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Siak gelar Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang dipimpin langsung oleh Bupati Siak Alfedri, salah satu yang dibahas dalam rapat itu terkait antisipasi Karhutla di Kabupaten Siak, yang digelar di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Perumahan Abdi Praja, Siak Sri Indrapura, Senin (2/9/2023) siang.
Turut hadir dalam rapat tersebut, Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi.S.I.K.M.SI, Kasi Intel Kejari Siak Rawatan Manik, perwakilan Dandim Kapten Arh. Antonius Napitupulu, dan Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Siak.
Dengan banyaknya terjadi kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah daerah di Indonesia salah satunya Sumatera Selatan yang hingga saat ini dalam kondisi udara yang tidak baik, Pemkab Siak antisipasi terjadinya Karhutla tersebut pada masa El Nino saat ini.
Bupati Siak berharap, seluruh stakeholder dapat bekerjasama mencegah terjadinya dampak El Nino saat ini supaya kejadian di tahun 2016 tidak kembali terjadi.
“Kita berharap seluruh stakeholder dapat saling bekerjasama mengatasi Karhutla ini, karena untuk tahun 2023 ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,”ucapnya.
Beberapa daerah di Provinsi Riau juga mengalami Karhutla, hal ini tentu berdampak pada kualitas udara di daerah sekitarnya, seperti Siak.
Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi.S.I.K.M.SI melaporkan bahwa sampai saat ini kondisi udara di Riau khususnya Kabupaten Siak masih dalam kondisi baik.
“Dapat kami laporkan bahwa per-hari ini sesuai dengan laporan dari aplikasi yang digunakan oleh Polri, BPBD, Manggala Agni, dan TNI menunjukkan bahwa kondisi udara Provinsi Riau, Kabupaten Siak khususnya dalam kondisi baik, yang ditandai dengan lampu hijau di aplikasi tersebut,” terang Kapolres.
Kapolres juga mengatakan, bahwa untuk di Riau saat ini masih aman dan tidak seperti di daerah Sumatera Selatan yang saat ini kondisi udaranya sangat buruk.
“Kita patut bersyukur karena di daerah ini masih dalam kondisi baik, berbeda dengan kondisi di Sumatera Selatan yang saat ini sedang dalam kondisi yang tidak baik, hal ini ditandai dengan alat menunjukkan warna kuning pada aplikasi tersebut, menandakan kondisi udara buruk,” ungkap Kapolres.
Untuk kondisi titik api yang ada di Kabupaten Siak, Kapolres juga menjelaskan bahwa pada September berjumlah 7 titik api.
“Dapat kami laporkan juga, bahwa di bulan September lalu, TNI Polri bersama Manggala Agni, BPBD, Satpol PP yang bekerjasama memadamkan Karhutla menemukan 7 titik api. Yang Alhamdulillah dapat kita padamkan bersama, di Minas ada dua titik seluas 2,25 hektare, di Tualang ada dua titik seluas 2,5 hektare, di Siak seluas 0,7 hektare, dan Sungai Apit 1 hektare,” terangnya.
Dengan kondisi saat ini AKBP Asep berpesan agar selalu waspada dan bertahan hingga satu bulan lagi, karena BMKG menyebutkan bahwa bulan selanjutnya akan masuk musim hujan.
“Mari kita waspada terhadap kondisi saat ini, karena berdasarkan data dari BMKG kita hanya perlu bertahan selama satu bulan lagi dalam waspada Karhutla. Mudah-mudahan di akhir bulan ini sudah selesai El Nino yang melanda Indonesia,” ujar Kapolres .
Untuk di wilayah Provinsi Riau saat ini terdapat tiga Kabupaten yang terdapat titik api, Kapolres Siak AKBP Asep mengatakan bahwa Siak masih dalam kondisi aman dari titik api.
“Di Provinsi Riau saat ini ada titik api di tiga Kabupaten yaitu Rohil, Kampar, dan Inhil. Alhamdulillah untuk di Siak saat ini kita masih nol titik api, mudah-mudahan sampai seterusnya,”harapnya.
Laporan: Sary
Editor: Koko Haryadi
Lihat Berita dan Artikel Terbaru Publik News Lainnya di Google News
Redaksi Publik News menerima kiriman berita, rilis pers dan opini. Kirim ke: mediapubliknewscom@gmail.com atau WhatsApp: 0852 7213 4500






